Nasi Lengko Versi Tegal di Warung Bu Tuti

Kompas.com - 16/10/2011, 13:48 WIB

KOMPAS.com - Perjalanan kali ini kami mampir ke kota Tegal, Jawa Tengah. Tegal, sebuah kota kecil yang sangat terkenal dengan Tahu Aci dan Tahu Pletok. Di Tegal banyak sekali makanan enak lho, seperti sate kambing muda, bakso, nasi lengko, sate ayam, pia aren, dan masih ada beberapa lagi.

Nah biasanya nasi lengko identik dengan kota Cirebon, tetapi ternyata Tegal juga mempunyai nasi lengko. Versinya memang sedikit berbeda sih dengan milik Cirebon. Kalau ingin mencicip nasi lengko versi Tegal, Anda bisa mencarinya di warung-warung makan seperti Warung Makan Ibu Tuti Toyo yang akan kami tuju kali ini.

Warung Makan Ibu Tuti Toyo menjual aneka masakan Indonesia. Jadi menunya lumayan beragam seperti nasi lengko, nasi goreng, nasi ponggol, nasi sambal goreng daging, sate kambing, dan tong seng. Ada juga Nasi Rames atau Nasi Campur.

Warung Bu Tuti sangat terkenal lho di Tegal. Lokasinya berada di Jalan Tentara Pelajar, depan SMP Negeri 1, Tegal. Warungnya memang sederhana, tetapi sangat bersih.

Sebenarnya kami sudah mampir ke sini kemarin sekitar jam 6 sore, tetapi sudah habis semua. Berhubung kami ingin sekali makan di sini, kami sengaja sarapan di warung bu Tuti keesokan harinya. Pagi-pagi jam 6  kami sudah hadir di Warung Bu Tuti he-he, supaya tidak kehabisan lagi seperti kemarin.

Menu favorit di sini adalah nasi lengko, nasi rames, dan sop sayur. Sembari menunggu pesanan kami datang, kami disuguhi pisang bakar. Pisangnya adalah jenis pisang gepok yang dipenyet hingga berbentuk agak pipih, disantapnya dengan menggunakan gula putih halus.

Pisang ini memang enaknya disantap dalam keadaan hangat. Sepupu saya gemar sekali pisang bakar jenis ini, bahkan terkadang beli sampai 20 buah untuk dibawa ke Jakarta.

Nasi lengko adalah nasi putih biasa yang diberi bumbu kacang, tauge, timun, tahu goreng, dan diberi kerupuk kuning diatasnya.  Lalu diberi kecap manis juga lho. Sebelum disantap, kita aduk-aduk dulu supaya tercampur bumbu kacangnya.

Kita coba ya.... Wah enak banget lho, nasinya masih hangat, tahu gorengnya juga. Bumbu kacangnya terasa gurih dan lezat, ada sedikit rasa manisnya juga yang berasal dari kecap. Hmmm... ada rasa segarnya juga yang berasal dari sayuran timun dan tauge. Kerupuk kuningnya melengkapi nasi lengko versi Tegal ini. Mantap rasanya.

Sop ayam nya juga harus Anda coba. Rasanya segar dan ringan, tidak terlalu banyak minyak di dalamnya. Sop berisi suwiran daging ayam, soun, kentang, tomat, wortel, daun bawang, dan bawang goreng sebagai pelengkap. Kalau saya lebih suka diberi sambal sedikit, supaya lebih menggigit rasanya.

Ada satu menu lagi yang harus Anda coba di sini, yaitu nasi rames yang berisi oreg tempe, telur pindang, dan sambal goreng daging. Yummy .... sangat lezat  sambal goreng dagingnya, empuk, manis, dan lezat banget.

Nasi diberi sedikit kuah berwarna cokelat yang berasal dari sambal goreng daging tadi, tambah mantap rasanya. Oreg tempenya pun juara rasanya. Biar tambah mantap lagi, minumnya teh Poci yang dicampur dengan gula batu, nikmat!

Semuanya enak-enak, pantas saja jam 6 sore sudah habis. Padahal katanya Warung Bu Tuti ini buka sampai jam 8 malam. Kalau mampir ke Tegal dan ingin makan enak ala masakan rumah, mampir saja ke Warung Bu Tuti Toyo. Mantap rasanya. (Ita)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau