Hatta: Wakil Menteri Bukan Anggota Kabinet

Kompas.com - 16/10/2011, 18:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa meluruskan pemberitaan yang menyebutkan bahwa wakil menteri sebagai anggota kabinet menteri.

"Wakil menteri bukanlah anggota kabinet. Jadi, sama saja dengan pejabat eselon 1. Hanya job-nya saja yang nanti diatur bersama para menteri," kata Hatta kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (16/10/2011).

Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu mengatakan, gaji yang diterima wakil menteri ini setara dengan pejabat eselon 1. Ia menuturkan, berdasarkan pengalaman Kabinet Indonesia Bersatu, para menteri memiliki banyak kesibukan, seperti menghadiri rapat kabinet, rapat di DPR, hingga ke luar negeri. Belum lagi ada kementerian yang memiliki cakupan kerja yang sangat luas, seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang mengatur soal minyak hingga listrik. Maka itu, menteri membutuhkan wakil yang dapat membantu tugasnya.

Ketika ditanya tentang adanya direktur-direktur jenderal di setiap kementerian, Hatta hanya menjawab, "Saya tidak mau berspekulasi soal itu. Kan itu diatur undang-undang," ujar Hatta.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa mengatakan, penambahan wakil menteri tak membuat kabinet menjadi gemuk. "Keberadaan wakil menteri tidak akan membuat kabinet tambah gemuk karena mereka sepenuhnya pejabat karier yang keberadaannya juga sudah ada di situ. Hanya bergeser tempat dengan jabatan baru sebagai wakil menteri. Keberadaan mereka juga diakui undang-undang. Istilah 'menjadi tambah gemuk' sangat tak relevan," kata Daniel melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (14/10/2011).

Daniel mengatakan, penempatan pejabat karier sebagai wakil menteri adalah upaya Kepala Negara untuk meningkatkan kualitas proses perumusan kebijakan dan hasilnya. Para wakil menteri dipandang perlu untuk menghasilkan sinergi guna meningkatkan kapasitas organisasi di masing-masing kementerian. "Ini adalah logika yang sangat sederhana untuk dimengerti siapa pun," kata Daniel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau