Moto gp

Juara Dunia, Kado HUT Stoner

Kompas.com - 17/10/2011, 03:14 WIB

Phillip Island, Kompas - Pebalap tim Repsol Honda, Casey Stoner, merebut gelar juara dunia kedua kalinya dengan memenangi MotoGP seri Australia, Minggu (16/10) di Sirkuit Phillip Island, Australia.

Pesta kemenangan pebalap Australia itu menjadi sempurna karena bersamaan dengan pesta ulang tahunnya ke-26 yang jatuh pada 16 Oktober. Tentu, HUT tersebut dirayakan oleh seluruh pendukung tuan rumah, tim, berikut keluarganya.

Gelar juara musim 2011 sudah hampir dipastikan jatuh ke tangan Stoner di pagi sebelum lomba. Jorge Lorenzo, pebalap Yamaha Factory Racing yang menjadi lawan terberat Stoner, mengalami kecelakaan pada sesi latihan pagi, dan jari tangannya cedera.

Kecelakaan tersebut mengubah semua prediksi. Sebab, sebelum balapan Stoner tahu benar, sekalipun dia menang di Phillip Island, bukan berarti dia jadi juara musim ini, kecuali Lorenzo gagal menuntaskan balapan.

Ternyata Lorenzo benar-benar tidak bisa memperoleh angka. Bahkan Ben Spies, rekan setim Lorenzo, juga tidak tampil karena mengalami kecelakaan akibat kepalanya terbentur. Tidak heran, balapan di Phillip Island ibarat serial MotoGP seremonial bagi Stoner. Ia finis tercepat dengan sangat meyakinkan.

Stoner sudah tampil dominan sejak awal musim 2011 dan terus-menerus naik ke podium, kecuali di satu seri, yakni di Jerez, Spanyol, karena terjatuh. Dengan kemenangan di Phillip Island, Stoner sudah membukukan sembilan kali kemenangan dan mengumpulkan 325 poin atau 65 poin di atas Jorge Lorenzo.

Dengan sisa dua seri lagi, raihan poin Stoner tidak mungkin terkejar lagi oleh Lorenzo.

Pada akhir September, Stoner sudah unggul 44 poin atas Lorenzo dan diperkirakan akan merebut gelar juara di tanah kelahirannya karena perlombaan masih tersisa empat seri.

Namun, pada seri Jepang, Lorenzo justru memangkas selisih menjadi 40 poin dan membuat tim Repsol Honda menunda persiapan pesta juara sampai akhir musim.

Dewi Fortuna menyertai Stoner karena Lorenzo absen akibat cedera sehingga memuluskan jalannya menjadi juara. Kemenangan Stoner di Australia kali ini adalah kemenangannya kelima secara berturut-turut.

Stoner merebut kemenangan di Australia pertama kali pada 2007. Di tahun yang sama, dia menjadi juara dunia pertama kali bersama tim Ducati.

”Tahun ini adalah tahun yang luar biasa. Saya berterima kasih kepada seluruh anggota tim yang sudah bekerja keras untuk menyiapkan sepeda motor terbaik untuk saya,” kata Stoner.

Menurut Stoner, tidak banyak orang yang memiliki kesempatan seperti yang ia peroleh kali ini. ”Saya bisa tampil di negeri sendiri dan persis pada saat saya berulang tahun, dan bahkan saya mampu meraih kemenangan yang langsung membawa saya menjadi juara dunia MotoGP,” tuturnya.

Menanggapi kemenangan rivalnya itu, Lorenzo menyatakan saat ini bukan merupakan keberuntungan bagi timnya, terutama karena cederanya itu.

Dalam lomba kali ini, Marco Simoncelli menempati urutan kedua, dan Andrea Dovizioso merebut posisi ketiga. Bagi Simoncelli, runner-up adalah prestasi terbaik selama di MotoGP.

Jalannya lomba

Stoner yang start terdepan langsung melejit dan memimpin jalannya lomba. Nicky Hayden yang start di posisi kelima langsung menyodok ke depan di belakang Stoner.

Namun, Simoncelli dan Dovizioso berhasil mendahului Hayden di putaran ketiga. Hayden kembali disalip Dani Pedrosa dan Alvaro Bautista di putaran berikutnya.

Di putaran kesembilan, marshal mengibarkan bendera putih agar para pebalap masuk ke pit untuk mengganti ban karena hujan akan turun. Setelah itu, Valentino Rossi terjatuh di putaran ke-15.

Pedrosa dan Dovizioso sempat bertarung untuk berebut urutan ketiga, dan Dovizioso yang memenangkannya. Dovizioso lalu mengejar Simoncelli untuk bersaing ke posisi kedua.

Dovizioso sempat menyalip Simoncelli, tetapi pebalap berambut gondrong asal Italia itu berhasil merebut posisinya kembali dan masuk finis di urutan kedua. Simoncelli pun memaksa Dovizioso tetap di urutan ketiga. (AFP/ECA/NIC))

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau