Busyro Tak Otomatis Jadi Ketua KPK

Kompas.com - 17/10/2011, 17:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil rapat pleno Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Busyro Muqoddas tidak otomatis menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah proses fit and propert test calon pimpinan KPK selesai. Komisi III akan memilih Ketua KPK untuk periode selanjutnya.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi III Benny Kabur Harman seusai rapat internal di Kompleks DPR, Senin (17/10/2011).

Rapat pleno memutuskan menerima delapan nama calon unsur pimpinan KPK yang dikirimkan pemerintah. Dari delapan nama itu akan dipilih empat orang untuk menggantikan posisi Chandra M Hamzah, M Yasin, Haryono Umar, dan Bibit S Riyanto.

Kedelapan calon unsur pimpinan KPK itu adalah Bambang Widjojanto, Yunus Husein, Abdulah Hehamahuwa, Handoyo Sudrajat, Abraham Samad, Zulkarnaen, Adnan Pandu Praja, dan Aryanto Sutadi.

Benny mengatakan, Busyro tidak mengikuti proses fit and proper test, tetapi tetap akan dipanggil Komisi III. "(Akan ditanya) apakah yang bersangkutan tetap mau menjadi pimpinan KPK," kata Benny.

Benny menambahkan, pihaknya akan mengumumkan kepada publik melalui media massa mengenai proses seleksi calon pimpinan KPK, lusa. Pihaknya berharap masukan dari masyarakat mengenai setiap calon. Rencananya, proses seleksi akan dimulai pada 21 November 2011 atau setelah masa reses.

Seperti diberitakan, proses pemilihan calon pimpinan KPK sempat tersendat di Komisi III. Dalam rapat pleno sebelumnya, mayoritas fraksi, yakni PDI-P, Partai Golkar, PKS, Gerindra, dan Hanura, meminta DPR mengembalikan delapan nama kepada pemerintah dan meminta dikirimkan 10 nama. Adapun empat fraksi, yakni Partai Demokrat, PPP, PAN, dan PKB, sependapat dengan pemerintah.

Dalam rapat pleno hari ini, tiga fraksi, yakni PKS, Partai Golkar, dan Partai Gerindra, akhirnya mengubah sikap, yakni mendukung sikap pemerintah. PDI-P dan Partai Hanura tetap pada sikap mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau