JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, mendesak agar tugas-tugas wakil menteri segera dirumuskan secara jelas dan tegas. Hal itu perlu dilakukan agar tidak berpotensi menimbulkan disharmoni di tubuh kementerian.
"Paling patut untuk dipersoalkan atau dikhawatirkan adalah kejelasan serta ketegasan fungsi dan peran para wakil menteri itu," kata anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, di Jakarta, Senin (17/10/2011).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengangkat setidaknya 13 wakil menteri baru sebagai tambahan dari beberapa wakil menteri yang sudah ada sebelumnya.
"Ketika negara sedang mengantisipasi dampak krisis ekonomi global, disharmoni di kementerian tidak boleh dibiarkan. Oleh karena itu, penempatan wakil menteri harus ada kepentingannya," kata Bambang.
Menurut Bambang, selama ini para birokrat di semua kementerian terbiasa dengan struktur organisasi yang menempatkan menteri sebagai orang nomor satu. Orang nomor dua adalah sekretaris jenderal (sekjen), kemudian di bawahnya terdapat para direktur jenderal (dirjen) dan inspektur jenderal.
"Menempatkan wakil menteri adalah sebuah perubahan. Di sinilah masalahnya karena mengubah kebiasaan atau tradisi itu tidak mudah. Terlebih lagi, jika terjadi rivalitas menteri versus wakil menteri," kata Bambang.
Dengan hadirnya wakil menteri, tambah Bambang, posisi nomor dua di kementerian seharusnya wakil menteri, bukan lagi sekjen. Namun, akan sangat merepotkan jika uraian tugas wakil menteri tidak diperjelas dan dipertegas.
"Apakah kehadiran wakil menteri otomatis mengurangi wewenang sekjen dan para dirjen. Kalau sebelumnya sekjen dan para dirjen bertanggung jawab langsung ke menteri, apakah sekarang harus melalui wakil menteri," kata Bambang.
Namun, karena wakil menteri tidak berwenang merumuskan dan membuat keputusan atau kebijakan, lanjut Bambang, ada potensi bahwa sekjen dan para dirjen tidak memedulikan wakil menteri. Oleh karena itu, bukan hanya uraian tugas, melainkan juga kewenangan wakil menteri harus diperjelas dan dipahami eselon-eselon di bawahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang