Sisi lain istana

Etty Menikmati Foto Karya Bu Ani Yudhoyono

Kompas.com - 18/10/2011, 02:41 WIB

Minggu, 25 September 2011 lalu, Etty Sri Marianingsih bersama-sama rekan-rekan dari Akademi Sekretaris Tarakanita angkatan 1978 mengadakan reuni dengan berwisata ke Istana Kepresidenan di Jakarta.

Ketika memasuki Istana Negara yang menghadap ke Sungai Ciliwung, rombongan menyaksikan sederetan foto dicetak besar. Foto-foto itu adalah karya Ibu Negara, Ny Ani Yudhoyono. ”Bagus-bagus, ya, karya jepretan Bu Ani. Ada yang seperti karya seni lukisan,” ujar Etty.

Sudah puluhan karya foto Ibu Negara ini. Membawa tustel adalah ciri khas istri presiden ke-6 RI ini. Walau hobi memotret itu tumbuh sejak kecil, baru beberapa tahun terakhir ini ia kembangkan. Tanggal 28 Oktober 2011 nanti buku berisi karya-karya foto Ny Ani Yudhoyono akan diluncurkan dari Galeri Nasional, Jakarta.

”Saya mengenal fotografi dari ayah saya (Sarwo Edhi),” ujar Ny Ani dalam percakapan dengan Kompas dalam perjalanan kereta api dari Jakarta ke Pekalongan, Jawa Tengah, Senin, 3 Oktober 2011. ”Ayah saya sering memotret ketika ada acara-acara kumpul keluarga, misalnya waktu Lebaran,” lanjutnya.

Ny Ani sering menyaksikan ayahnya memproses film di kamar gelap. ”Mencuci film dalam larutan tertentu itu menarik hati saya. Membuat dari yang tidak ada menjadi ada. Dari yang tidak ada gambar jadi ada gambarnya setelah dibolak-balik dalam larutan lalu diangin-anginkan. Hal ini membuat hati saya yang masih kecil itu terpesona,” cerita Ny Ani ketika kereta api melaju di wilayah Cirebon.

Ketika pemudi Kristiani Herrawati menikah dengan Letnan Satu Infanteri Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, 31 Juli 1976, pengantin putri ini antara lain memperoleh hadiah pernikahan berupa tustel dari ayahnya, Sarwo Edhie Wibowo.

”Setelah itu, saya sering memotret. Akan tetapi, kemudian saya tidak tekuni lagi ketika menjadi Ibu Negara. Saya lupa mengabadikan hal-hal yang menarik hati saya sejak lama,” ujar Ny Ani.

”Dua tiga tahun terakhir ini, saya memulai lagi memotret. Yang saya potret adalah kehidupan, flora, fauna—kupu-kupu, semut—dan semuanya. Kini saya ingin juga hasil-hasil foto saya ada yang bisa digunakan untuk motif batik,” ujarnya sambil duduk membelai tustel yang tergeletak di pangkuannya.

Sebagai Ibu Negara, ia memang tidak bisa leluasa memotret karena aturan protokol. Meskipun begitu, Ny Ani selalu berusaha membawa tustelnya. Sekarang, kita sering menyaksikan Ny Ani menenteng tustel. Siapa yang ingin difoto? Ayo mendaftar.... (J Osdar)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau