Indonesia open

Susanto Megaranto Ditahan Remis

Kompas.com - 18/10/2011, 15:46 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Langkah pecatur terbaik Indonesia, Susanto Megaranto, kembali ditahan pada babak ketujuh Indonesia Open. Pecatur berusia 24 tahun tersebut dihadang pecatur Filipina, Wesley So (18).

"Saya korbankan kuda, gajah, dan menteri, karena sudah kalah satu pion dari Wesley," jelas Susanto usai pertandingan di Jakarta, Selasa (18/10/11).

Permainan kedua grand master itu berhenti remis di langkah ke 30.

Susanto yang cukup sering berhadapan dengan Wesley, menggunakan varian pembuka yang selama ini belum pernah ia mainkan. Oleh karena itu, lanjutnya, meskipun Wesley memegang putih, Wesley sempat terkejut dengan pembukaan Susanto.

"Saya sudah siapkan varian yang belum pernah saya mainkan sama dia, makanya tadi dia sempat kaget karena tidak siap. Mungkin sebelumnya dia sudah menyiapkan yang lain," kata pemegang elo-rating 2530 itu.

Susanto mengaku cukup puas dengan hasil remis di babak ini karena seharusnya, Wesley yang memegang putih bisa membuka peluang kemenangan, sementara Susanto yang memegang hitam lebih menjaga keseimbangan.

"Saya bermain menyerang tetapi Wesley memang bermain dengan langkah yang bagus, meskipun dia kurang maksimal," kata Susanto, yang berharap bisa terus bermain sebaik mungkin di turnamen ini.

Sementara itu, Wesley mengakui bahwa dia bermain kurang maksimal. Permainannya mulai goyah sejak langkah ke-18.

"Saya sedikit mengantuk dan bermain tidak maksimal. Tadi dia melakukan pembukaan yang bagus," kata pemegang rating 2655 itu.

Wesley yang juga akan berlaga di SEA Games XXVI, mengakui kehebatan Susanto yang menghalangi peluang kemenangannya di babak tujuh ini.

"Dia tetap bisa bermain bagus meskipun berada di posisi sulit," kata Wesley yang hobi basket itu.

Pelatih pelatnas catur, Ruslan Cherbakov, mengatakan hasil permainan Susanto cukup bagus dengan menahan remis Wesley.

"Sudah beberapa kali mereka bertemu dan Wesley sering mengalahkan Susanto. Namun kali ini, meskipun Susanto memegang hitam, ia mampu menahan peluang Wesley," tutur Ruslan.

Hingga babak tujuh ini, Susanto sudah mengumpulkan lima poin. Ia akan kembali berlaga di babak delapan pada Selasa sore ini.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau