BI Keluarkan Aturan Kartu ATM Ber-Chip

Kompas.com - 18/10/2011, 16:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia resmi mengeluarkan Surat Edaran BI No 13/22 /DASP tentang Implementasi Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number pada kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) atau debet yang diterbitkan di Indonesia pada hari ini. BI berharap masa peralihan kartu debet/ATM dari magnetik ke chip bisa berlangsung dalam empat tahun.

"Program (peralihannya berlangsung) empat tahun sampai dengan Desember 2015 ," ujar Direktur Direktorat Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Ronald Waas, di Jakarta, Selasa ( 18/10/2011 ).

Model kartu debet ber-chip ini dikeluarkan sebagai upaya BI untuk meningkatkan keamanan. "Kapasitasnya (kartunya juga) lebih besar," tambah Ronald.

Ia menyebutkan, jumlah kartu debet/ATM terkini sekitar 54-55 juta kartu. BI pun memproyeksi akan ada 78 juta kartu pada 2016 .

Mengenai bentuk, ia mengatakan kartu tetap sama secara fisik. Di mana biaya pembuatan kartu sendiri sekitar 2 dollar AS untuk kualitas yang paling bagus. Sementara itu, dari sebanyak 40.000 mesin ATM yang ada di Indonesia, masih ada 8.000 ATM yang belum siap mengoperasikan kartu ini.

Ronald pun menyebutkan, ada tiga bank yang sudah siap mengoperasikan kartu ini, yaitu BCA, Mandiri, dan Permata. Dari ketiga bank tersebut, BCA yang paling siap. Ini karena bank swasta tersebut pernah memiliki banyak masalah terkait kartu pada tahun lalu, di mana kasus paling banyak terjadi di Bali. "Saya punya rasa optimisme yang ini karena pengalaman dengan kartu kredit," ungkap Ronald.

Namun, ia mengingatkan dengan dikeluarkannya kartu ini bentuk kejahatan perbankan bisa berubah. Pencurian data berubah jadi pencurian kartu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau