Fadel: Ya, Saya Kecewa

Kompas.com - 19/10/2011, 09:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengaku kecewa karena dicopot dari posisinya sebagai hasil dari perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II.

"Ya, saya kecewa," kata Fadel dalam pesan singkat kepada ANTARA yang diterima di Jakarta, Rabu. Ia ditanya soal pencopotannya yang terkesan mendadak. Namun, menurut politisi Partai Golkar itu, dirinya tidak merasa bersedih.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Tjijip Sharif Sutardjo ditunjuk oleh Presiden Yudhoyono untuk memegang posisi Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Fadel Muhammad.

Tjijip merupakan salah satu politisi senior Golkar. Ia juga dikenal sebagai pengusaha sukses, pemilik kelompok usaha Ariobimo Perkasa. Selama perjalanan kariernya, Tjijip pernah menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia pada periode 1983-1989.

Selain itu, ia juga pernah menjadi Ketua Komite Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Telematika Perposan dan Media Massa pada tahun 2000 hingga 2004.

Tjijip dikabarkan juga pernah menjadi salah satu orang yang sempat dinominasikan oleh Partai Golkar untuk menjabat posisi kementerian baik pada tahun 2004 maupun 2009.

Saat ditemui wartawan di Surabaya, Kamis (13/10), Tjijip menyatakan siap jika dipercaya Presiden menjadi menteri dalam perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II.

"Sebagai kader dan pengurus partai, saya siap jika diinstruksikan menjadi menteri apa saja," ujar Tjijip.

Ia juga mengatakan, bila namanya diajukan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie kepada Presiden,  hal tersebut berarti dirinya dianggap layak bersama kalangan profesional lainnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau