Pelabntikan menteri baru

Fadel dan Patrialis Tetap Hadir

Kompas.com - 19/10/2011, 09:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Meski dicopot dari Kabinet Indonesia Bersatu II, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dan mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis tetap hadir di acara pelantikan menteri dan wakil menteri yang baru, Rabu (19/10/2011), di Istana Negara. Mantan Menteri Ristek Suharna Surapranata (PKS) juga terlihat hadir.

Sementara itu, empat menteri lain yang dicopot, yakni mantan Menteri Perhubungan Freddy Numberi (Partai Demokrat), mantan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Manoarfa (PPP), mantan Menteri BUMN Mustafa Abubakar (profesional), dan mantan Menteri Energi dan Sumbar Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh (Partai Demokrat), serta mantan Kepala Badan Intelejen Sutanto tidak hadir dalam acara tersebut.

Patrialis yang ditemui sebelum acara enggan menanggapi pencopotannya itu. Ia tidak mempersoalkan penggantiannya dan tetap hadir pada acara ini untuk menghormati pengundang. "Kita diundang ya kita hormati dong. Salah satu etikanya kalau kita diundang, kita ada waktu harus hadir. Ga ada masalah," katanya.

Ia juga mengaku tidak merisaukan apa yang akan dilakukan setelah tidak menjabat Menkum HAM. "Ga usah terlalu takut hidup ini. Tenang aja," katanya.

Ia pun berencana istirahat sejenak dan kembali ke kampus. "Back to campus juga dan kita istirahat dulu lah sebentar. Dua tahun (menjabat Menkum HAM) cukup lumayan loh, pontang-panting kelililng indonesia. Hampir seluruh provinsi sudah saya datangi, 150 penjara sudah saya datangi, dan semua kantor-kantor imigrasi," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau