JAKARTA,KOMPAS.com - Bakrie Capital Indonesia bersama dengan B Plus mengumumkan secara resmi bahwa mereka menjadi pemegang hak siar untuk Piala Dunia 2014 Brasil. Hak ini berlaku sejak bulan Juni, saat pihak Bakrie Capital Indonesia dan B Plus menandatangani kontrak dengan FIFA.
Kedua pihak ini akan memiliki tujuh hak media. Ketujuh hak media tersebut adalah hak siar melalui satelit dan kabel (televisi berbayar), terestial (media transmit tidak berbayar), radio, mobile, internet, lalu hak public vieweng (nonton bareng), dan media access (akreditasi media).
B Plus menyatakan, pihaknya akan melakukan proses bidding bagi stasiun televisi berbayar atau televisi tidak berbayar yang ingin membeli hak siar dari mereka. "Kami tidak serta-merta akan menyerahkan hak siar ini kepada Viva Grup (TvOne dan ANTV) yang berada dalam satu grup dengan Bakrie Capital Indonesia. Kami akan membuka kesempatan untuk semua televisi, baik berbayar dan tidak berbayar, untuk membeli hak siar dari kami," ujar Manajer Strategis dan Kreatif B Plus Irwan Hendarmin.
Soal pemasangan logo Piala Dunia 2014 yang sempat menjadi masalah besar pada pagelaran Piala Dunia 2010, Irwan mengatakan, "Tentu ada batasan-batasan dalam pemasangan logo. Ada aturan main soal ini, namun kita bisa bicarakan masalah ini."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang