Urus Kebudayaan, Kemdikbud Gabungkan 2 Direktorat

Kompas.com - 19/10/2011, 15:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menggabungkan dua direktorat yang ada di Kementerian Pendidikan Nasional menyusul dikembalikannya urusan kebudayaan di kementerian tersebut. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Mohammad Nuh mengatakan, dua direktorat yang digabungkan semula berada di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Ia mengungkapkan, digabungkannya dua direktorat itu untuk mendukung efektivitas kinerja sekaligus menekan anggaran yang diperlukan.

Dua direktorat yang akan digabung adalah Direktorat Sejarah Purbakala serta Direktorat Nilai-nilai tradisional dan seni.

"Terkait dengan keorganisasian, dirjen yang selama ini menangani kebudayaan nantinya akan bergabung di Kemdikbud," kata Nuh, Rabu (19/10/2011), di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Dua direktorat itu akan dipadatkan dan masuk dalam Dirjen Kebudayaan di Kemdikbud. Nuh berjanji akan segera menyelesaikan seluruh urusan keorganisasian dalam direktorat tersebut. Diantaranya terkait urusan pegawai, tugas pokok dan fungsi, sampai kepada urusan gaji. Ia menegaskan, hal ini penting dilakukan agar tidak ada organisasi di bawah kementeriannya yang berjalan tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Ia juga menjanjikan, segala urusan terselut akan selesai dalam waktu tidak lebih dari dua bulan. Sementara itu, sumber pendanaan untuk dua direktorat baru tersebut nantinya akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2012.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau