Dua Smartphone "Symbian Belle" Hadir di Indonesia

Kompas.com - 19/10/2011, 19:52 WIB

KOMPAS.com - Nokia memperkenalkan 2 produk smartphone terbaru berbasis Symbian Belle, Nokia 600 dan Nokia 700, di pasar Indonesia. Hadirnya dua smartphone tersebut menandai keseriusan Nokia untuk tetap menggarap ponsel dengan sistem operasi Symbian.

"Nokia 600 adalah smartphone Nokia yang suaranya paling kencang," kata Irwan Hermawan, product manager Nokia, di Jakarta, Rabu (19/10/2011). Irwan mengungkapkan, Nokia 600 bisa menghasilkan suara hingga 106 Phons.

Selain itu, smartphone ini juga dilengkapi dengan built in antena radio FM untuk mendengarkan radio tanpa headset serta pemancar musik yang bisa menyiarkan musik dari smartphone ke radio FM. Diperkuat dengan kemampuan 60 jam pemutaran musik dan loudspeaker eksternal yang kuat, smartphone ini cocok bagi para pecinta musik.

Nokia 600 memiliki ukuran layar 3,2 inchi dan dimensi 111 x 53 x 13 mm serta berat 100 gram. Smartphone ini diperkuat dengan prosesor 1 GHz serta didukung memori 2 GB dan kamera 5 MP fized focus dilengkapi LED Flash dengan kemampuan merekam video 720p.

Sementara, untuk Nokia 700, Irwan mengatakan, "Ini adalah smartphone yang paling kecil dan paling compact." Dimensi Nokia 700 hanya 110 x 50,7 x 9,7 mm dengan berat 96 gram. walau ukurannya kecil, smartphone ini cukup bisa diandalkan, diperkuat prosesor 1 GHz dan memori 2GB serta kamera 5 MP fokus penuh dengan LED light.

Nokia 700 berbeda dengan Nokia 600 sebab layar berukuran 3,2 inchi-nya hadir dengan tampilan clear black. Baik Nokia 600 dan Nokia 700, keduanya merupakan smartphone layar sentuh. Sebagai seri smartphone Symbian Belle, dua produk tersebut mengusung salah satu fitur andalan Near Field Communication (NFC).

"Nokia 600 adalah smartphone pertama yang mampu mendukung penuh NFC, baik open NFC maupun secure NFC," kata Irwan. Open NFC menawarkan kemudahan untuk beberapa pemakaian, misalnya transfer foto dan video antar smartphone dengan hanya menyentuhkan satu sama lain, juga memutar musik di speaker yang mendukung NFC juga hanya dalam sekali sentuh. Sementara, secure NFC ke depan bisa digunakan untuk beberapa aplikasi, misalnya untuk pembayaran dan ticketing.

Namun, untuk secure NFC, pengguna Nokia 600 dan 700 harus menunggu update sistem operasi Symbian berikutnya untuk menikmati. Irwan menuturkan, "NFC memang bukan teknologi yang diciptakan Nokia. Tetapi Nokia telah membawa NFC ke market menjadi teknologi yang bisa dinikmati."

Salah satu buktinya, adanya dua aplikasi NFC yang tersedia di Nokia Store. Salah satu aplikasi adalah game Smash Mania dari Agate. Dengan teknologi NFC, game bertema badminton ini bisa dimainkan pengguna dengan mengayunkan smartphone serasa benar-benar bermain bulutangkis.

Aplikasi lain adalah Menoo!, aplikasi bertema resto dan makanan yang memungkinkan pengguna mengetahui restoran terdekat beserta menu unggulannya. Dengan NFC, Menoo! akan mengembangkan Menoo! Tap Tap, di mana pengguna nantinya bisa mendaftar waiting list, memesan menu makanan, dan mengetahui menu favorit hanya dengan tap saja.

Nokia 700 akan tersedia mulai pekan depan dengan harga Rp 3,1 juta. Sementara Nokia 600 baru akan hadir Desember nanti dengan harga Rp 2 jutaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau