5 Perempuan Peneliti Raih Beasiswa "Women in Science 2011"

Kompas.com - 20/10/2011, 08:22 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com — Lima perempuan peneliti Indonesia mendapatkan penghargaan L’Oreal Indonesia National Fellowship for Women in Science (FWIS) 2011 untuk kategori life sciences dan material sciences. Pemenang penghargaan tersebut diumumkan pada malam penganugerahan perempuan peneliti 2011 di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (19/10/2011) malam.

Pada kategori life sciences, perempuan peneliti yang mendapatkan penghargaan adalah Caecalia Hapsari Ceriapuri Sukowati (31), peneliti Lembaga Eijkman Jakarta dan Fondazione Italiana Fegato, Trieste, dengan karya penelitian “Sel Progenitor dan Keragaman Sel Kanker Dalam Hepatokarsinogenesis”.

Kedua adalah Upik Andriani Miskad (37) dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, dengan judul penelitian “Deteksi Gen dan Protein PRL-3 (Protein Regenerating Liver) pada Karnisoma Kolorektal sebagai Marker Metastasis dan Faktor Prognosis”.

Dan, peraih penghargaan ketiga pada kategori life science adalah Yosmina Helena Tapilatu, peneliti dari UPT BKBL Ambon-P2 Oseanografi LIPI, dengan karya penelitian “Berburu Bakteri Penghasil Eksopolisakarida di Perairan Laut dalam Maluku”.

Sementara dua perempuan peneliti peraih penghargaan pada kategori material sciences adalah Is Fatimah, seorang dosen dan peneliti dari Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia, DI Yogyakarta, dengan karya penelitian “Komposit TiO2 Montmorillonit-Pigment Kulit Manggis untuk Aplikasi Sel Surya”, dan Bidhari Pidhatika, dosen peneliti dari Kementerian Perindustrian, dengan karya penelitian “Permukaan Antimikroba”.

Penghargaan ini mulai diberikan kepada para perempuan peneliti sejak 1998 dan diperbarui pada 2004 oleh L’Oreal dan UNESCO di tingkat internasional. Sejak dibentuk, program ini telah memberikan penghargaan kepada lebih dari 1.000 ilmuwan perempuan berbakat dari 93 negara di seluruh dunia.

“Kami menyambut para perempuan peneliti untuk bergabung dalam komunitas FWIS yang akan turut berkontribusi bagi kemajuan sains di Indonesia,” kata Presiden Direktur PT L’Oreal Indonesia Jean Christophe Letellier.

Sementara itu, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman mengungkapkan, perlunya dorongan kepada para perempuan peneliti di Indonesia untuk mengeksplorasi potensi sumber daya alam yang ditekankan pada penelitian di bidang life sciences dan material sciences.

“Saat ini penelitian pada dua bidang tersebut semakin memperlihatkan peningkatan karena mendapat dukungan dari pemerintah dan swasta,” ujar Arief.

Masing-masing peraih penghargaan dalam dua kategori tersebut diberikan bantuan dana untuk penelitian sebesar Rp 70 juta. Hingga 2011, FWIS telah menganugerahkan 25 perempuan peneliti yang terdiri dari 19 peneliti di bidang life sciences dan enam peneliti di bidang material sciences.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau