Ledakan spbg pinang ranti

Kapolsek: Korban Ledakan Dirawat di RS Haji

Kompas.com - 20/10/2011, 09:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ledakan kencang terjadi pada pukul 08.20. Sumber ledakan terjadi pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, yang biasa digunakan bus-bus transjakarta mengisi bahan bakar.

Kapolsektro Makassar Komisaris Edi Surasa membenarkan adanya peristiwa itu. Ia mengatakan, ledakan terjadi akibat kebocoran selang saat pengisian bahan bakar salah satu bus transjakarta.

"Karena selangnya bocor dan karena kondisi mesin yang masih menyala dan panas, pasti kan ada percikan-percikan. Akhirnya timbullah ledakan itu," ucap Edi Surasa, Kamis (20/10/2011), saat dihubungi Kompas.com.

Imbasnya, pipa SPBG pun rusak dan atap bus transjakarta jebol, sedangkan kaca-kacanya pecah dan ada beberapa yang retak.

"Selain itu, ada tiga korban yang mengalami luka," kata Edi Surasa.

Dia mengatakan, ketiga korban itu mengalami luka lecet di bagian punggung, kepala, patah kaki, dan gangguan pendengaran. Semua korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Haji. Sedangkan SPBG Pinang Ranti untuk sementara tidak bisa digunakan karena polisi masih melakukan olah TKP.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau