GM Kembangkan Sistem Peringatan Dini Portable untuk Pengemudi

Kompas.com - 20/10/2011, 13:21 WIB

DETROIT, KOMPAS.com – GeneralMotors (GM) melalui berbagai anak perusahaannya makin gencar mengembangkan teknologi keamanan yang diaplikasi untuk kendaraan umum. Terakhir, GM mengaku sedang mengembangkan teknologi baru untuk  mengingatkan pengemudi – peringatan dinia -  tentang  potensi  bahaya  yang ada di depannya . Alat tersebut, berukuran kecil – sebesar telepon selular -  dapat dibawa dan bekerja sebagai  jaringan pengaman nirkabel.

Sebesar Hape
Alat ini dirancang untuk mengumpulkan informasi dari kendaraan dan infrastruktur lainnya. Selanjut dignakan untuk mengingatkan pengemudi adanya kendaraan di depan yang sedang berjalan pelan atau berhenti. Juga memberitahu adanya  pengemudi mengerem mobilnya secara mendadak, jalan yang licin, tikungan tajam, tempat pemberhatian dan persimpangan.

Teknologi ini bekerja dari kendaraan kekendaraan dan dar kendaraan ke infrastrukur. Berdasarkan studi yang diterbitkan oleh the National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), alat pecegah tabrakan mampu menurunkan angka kecelakaan hampir 81 persen dari insiden jalan raya di negara tersebut.

“Sistem keamanan ini akan membuat lompatan besar terhadap keselamatan di jalan raya. Efektivitas sistem akan naik drastis bila banyak orang mengunakannya,” jelas Don Grimm periset senior Perception and Vehhicle Control System GM Group. Pasalnya, alat tersebut bisa dibawah dengan mudah. Tak kalah menarik, karena harganya terjangkau, untuk mendapatkan juga akan lebih mudah.

Transponder Jinjing
GM telah melakukan tes dalam dua platform berjalan terhadap alat keamanan ini, yaitu transponder seukuran GPS dan aplikasi hape pintar (smartphone) yang dapat dihubungkan ke unit informasi kendaraan. GM juga mengklaim sebagai perusahaan pertama menghadirkan teknologi ini pada Intelligent Transport Systems World Congress yang berlangsung saat ini di Colorado, Amerika Serikat.

Transponder jinjing ini  punya layar sendiri. Sedangkan aplikasi hape pintar, sudah bisa dihubungkan langsung atau terpadu ke sistem peraga audio dan video di mobil. Komunikasi antara transponder dan hape pintar menggunakan Dedicated Short-Range Communications (DSRC). Pengiriman data atau komunikasi antar- alat terjadi dalam radius 400 meter dan memancar ke seluruh arah.

Radio DSRC mengirimkan dan menerima pesan dari kendaraan lain yang berada dalam radius 400 meter. Sistem juga dapat memberikan informasi berdasarkan data lokasi. Contohnya, jika pengemudi berada di belakang mobil yang mengerem mendadak, akan diberi peringatan  otomatis. Dua kendaran yang mendekat pada persimpangan akan saling memberi peringatan, sebelum bertemu langsung.

Sensor ESC
Bila dihubungkan ke sistem komputer mobil, alat ini juga dapat memantau informasi yang telah dikumpulkan sensor-sensor di seluruh kendaraan. Misalnya, sensor-sensor yang mengaktifkan “electronic stability conttrol”.  

Kelebihan sistem, hape pintar lebih mudah digunakan oleh pejalan kaki dan pesepeda karena mudah dibawa.Tak kalah menarik, harganya relatif terjangkau dan memudahkan pengemudi memperolehnya (banyak penjualnya).

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau