JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta 2012 dipastikan akan berlangsung pada 11 Juli 2011. Kendati demikian, Partai Amanat Nasional (PAN) yang belum menentukan sikap akan segera melakukan manuver politiknya.
"Kami namakan ini politik jalan tengah. Memilih berdasarkan bakal calon atau berkoalisi dan memajukan bakal calon lain. Jadi banyak opsi untuk Pemilukada DKI 2012 mendatang," kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PAN DKI, Sugiyanto, di Jakarta, Kamis (20/10/2011).
Dia menjelaskan, pihaknya juga akan mempertimbangkan bakal calon Gubernur DKI yang saat ini sudah bermunculan. Partai berlambang matahari ini mengaku siap mendukung bakal calon yang memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi.
"Partai kami masih mempelajari semua bakal calon yang sudah bermunculan saat ini. Yang penting bakal calon itu harus memiliki popularitas dan elektabilitas yang bagus," Sugiyanto.
Selain itu, pihaknya juga akan menjajaki koalisi partai dengan beberapa partai seperti Golongan Karya dan Partai Damai Sejahtera (PDS). Hal ini mengingat jumlah kursi PAN di DPRD DKI tidak memenuhi syarat untuk mengusung calon tanpa berkoalisi.
"Tidak sampai tahun depan lah, keputusan dari partai kami. Kami juga mengantisipasi agat tidak telat lagi memberikan dukungan seperti Pemilukada 2007 lalu," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang