Krisis

Parlemen Dukung Pemerintah Yunani

Kompas.com - 20/10/2011, 15:43 WIB

KOMPAS.com — Yunani masih berjuang keras untuk menuntaskan krisis. Menurut warta AP dan AFP pada Kamis (20/10/2011), seusai bentrokan antara pengunjuk rasa melawan aparat keamanan di luar gedung parlemen, para anggota parlemen melakukan pemungutan suara.

Alhasil, ada perbandingan 154 versus 141 antara pendukung kebijakan penghematan baru melawan penentang. Hal itu berarti, Yunani akan menerapkan kenaikan pajak baru, pemotongan gaji, serta pemberhentian pegawai layanan umum.

Sejatinya, Uni Eropa (UE) dan Dana Moneter Internasional (IMF) menuntut Yunani merealisasikan kebijakan pengetatan ekonomi sebagai syarat mendapat dua paket bantuan darurat. Pelbagai kalangan di UE sendiri cemas kalau krisis utang Yunani merembet ke negara-negara lain.

Nasional

Sudah bisa dipastikan, warga Yunani banyak yang menolak kebijakan penghematan itu. Mereka menggelar aksi mogok nasional selama 48 jam. Ibu kota Yunani, Athena, pun lumpuh.

Tak cuma itu, dua serikat buruh utama di sektor pelayanan umum dan perusahaan swasta juga menjadi motor penggerak unjuk rasa. Maka dari itu, baik kantor-kantor pemerintah, swasta, maupun pertokoan tutup. Sementara pengusaha kecil dan penjaga toko ikut ambil bagian dalam aksi mogok ini.

Petugas menara penerbangan pun ikut melakukan aksi mogok selama 12 jam. Makanya, kemarin, sekitar 150 penerbangan domestik dan internasional dibatalkan. Layanan kereta, bus, dan taksi terhenti di Athena.

Dalam beberapa pekan belakangan, unjuk rasa di seluruh Yunani meningkat dan serikat-serikat buruh mengatakan bahwa unjuk rasa kali ini merupakan yang terbesar sepanjang 2011. Unjuk rasa itu akhirnya berakhir dengan bentrokan tadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau