Tren Sarung Juga Bisa Mendunia

Kompas.com - 20/10/2011, 18:56 WIB

KOMPAS.com - Mode memang terus berkembang, tak hanya jenis, bahan, dan motifnya, tetapi juga cara penggunaannya. Setelah teknik membatik diakui secara resmi oleh UNESCO, dan mulai kembali berjaya di tanah air, kini para perancang muda Indonesia juga ingin mempopulerkan sarung sebagai tren mode.

"Sarung Indonesia memang sangat istimewa, karena di sinilah hasil karya dan kreativitas perempuan dan anak Indonesia bisa terlihat," ungkap Taruna Kusmayadi, perancang dari APPMI, dalam Focus Grup Discussion "Road to Indonesia Fashion Week 2012" di Hotel Morrisey, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2011).

Biasanya sarung hanya digunakan untuk sehari-hari, menghadiri beberapa acara tertentu, atau untuk hadiah. Namun amat disayangkan apabila keberagaman motif dan bahan sarung yang indah saat ini hanya digunakan untuk saat tertentu. Oleh karena itu, Indonesia Fashion Week 2012 (IFW) juga akan menampilkan berbagai koleksi sarung dari para desainer. Lebih dari itu, IFW diharapkan mampu dipertimbangkan sebagai salah satu arah tren mode di dunia internasional.

"Sarung sebenarnya sudah sangat merakyat di Indonesia, namun belum banyak orang yang berani pakai sarung untuk berbagai acara formal. Padahal sebenarnya sarung ini bisa dikreasikan menjadi berbagai macam model yang cantik. Ini adalah tantangan terbesar bagi para desainer dan produsen untuk berkreasi dengan sarung ini," tutur perancang Musa Widyatmodjo, yang juga hadir siang tadi.

Selain memperkenalkan berbagai kreasi sarung, ajang ini juga bertujuan untuk meningkatkan industri kecil kreatif di Indonesia. Adanya pagelaran besar semacam ini secara tak langsung bisa memajukan industri kecil menengah yang ada di Indonesia. Salah satu tujuan diadakannya Indonesia Fashion Week 2012 pada tanggal 23-26 Februari 2012 nanti juga untuk mengembalikan jati diri dan kejayaan sarung di tanah kelahirannya sendiri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau