Kesehatan

Kembalikan Keseimbangan Sistem Hayati Tubuh

Kompas.com - 20/10/2011, 18:58 WIB

SALATIGA, KOMPAS.com — Seseorang harus menjaga keseimbangan sistem hayati di dalam tubuh untuk mencegah kanker. Selain waktu tidur dijaga, kerja antioksidan alami dalam tubuh juga harus dioptimalkan.

Pakar biomolekuler Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW), Ferry Karwur, menyebutkan, kanker disebabkan oleh rusaknya sistem hayati tubuh.

Perokok atau pekerja dengan sistem pembagian waktu (shift), misalnya, biasanya memiliki jam tidur yang singkat. Hal itu membuat jam hayati (biological clock) terganggu, yang pada akhirnya merusak sistem reparasi DNA yang berlangsung pada malam hingga pagi hari.

Karena itu, ketika seseorang tidak cukup tidur, reparasi DNA terganggu dan pada akhirnya menimbulkan kanker. Ditambah dengan berbagai jenis pemicu, seperti rokok, pencemaran, dan stres, seseorang menjadi sangat rentan terkena kanker.

Untuk menghindari kanker, kata Ferry, seseorang dapat mendorong sistem hayati tubuh kembali normal. Selain dengan mengatur jam tidur, produksi enzim dan substrat yang berfungsi sebagai antioksidan alami tubuh dapat dipicu dengan kegiatan berolah raga.

"Minimalkan penggunaan obat-obatan atau senyawa asing yang tidak perlu. Hadapi tekanan dengan positif, minum air putih yang cukup, dan banyak mengonsumsi buah-buahan akan sangat membantu," kata Ferry.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau