SALATIGA, KOMPAS.com — Seseorang harus menjaga keseimbangan sistem hayati di dalam tubuh untuk mencegah kanker. Selain waktu tidur dijaga, kerja antioksidan alami dalam tubuh juga harus dioptimalkan.
Pakar biomolekuler Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW), Ferry Karwur, menyebutkan, kanker disebabkan oleh rusaknya sistem hayati tubuh.
Perokok atau pekerja dengan sistem pembagian waktu (shift), misalnya, biasanya memiliki jam tidur yang singkat. Hal itu membuat jam hayati (biological clock) terganggu, yang pada akhirnya merusak sistem reparasi DNA yang berlangsung pada malam hingga pagi hari.
Karena itu, ketika seseorang tidak cukup tidur, reparasi DNA terganggu dan pada akhirnya menimbulkan kanker. Ditambah dengan berbagai jenis pemicu, seperti rokok, pencemaran, dan stres, seseorang menjadi sangat rentan terkena kanker.
Untuk menghindari kanker, kata Ferry, seseorang dapat mendorong sistem hayati tubuh kembali normal. Selain dengan mengatur jam tidur, produksi enzim dan substrat yang berfungsi sebagai antioksidan alami tubuh dapat dipicu dengan kegiatan berolah raga.
"Minimalkan penggunaan obat-obatan atau senyawa asing yang tidak perlu. Hadapi tekanan dengan positif, minum air putih yang cukup, dan banyak mengonsumsi buah-buahan akan sangat membantu," kata Ferry.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang