Sistem Buka Tutup Selama SEA Games

Kompas.com - 20/10/2011, 20:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Demi kelancaran lalu lintas selama penyelenggaraan SEA Games XXVI, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menerapkan sistem buka tutup arus lalu lintas di jalan-jalan yang akan dilalui para atlet.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, pengaturan ini dilakukan untuk menjamin para atlet tidak terlambat sampai di lokasi pertandingan karena kemacetan lalu lintas. "Sebenarnya ada tiga strategi penanganan lalu lintas selama pelaksanaan SEA Games. Namun, satu strategi, yaitu (pembatasan nomor kendaraan) ganjil dan genap, tidak jadi dipakai," kata Pristono di Jakarta, Kamis (20/10/2011).

Strategi pertama yang diusulkan adalah meliburkan anak-anak sekolah dari tingkat SD sampai SMA. Dengan meliburkan para pelajar, hal itu diperkirakan dapat membantu mengurangi kemacetan arus lalu lintas antara 20 persen hingga 30 persen.

"Kami bersyukur dinas pendidikan sudah merespons usulan ini. Dipastikan hal itu tidak mengganggu kalender pendidikan yang telah ditetapkan," ujar Pristono.

Strategi kedua adalah menerapkan sistem buka tutup dengan penempatan petugas di jalan rawan kepadatan dan kemacetan lalu lintas. Dishub DKI mengerahkan 567 petugas pengatur lalu lintas yang akan membantu penanganan lalu lintas. Mereka ditempatkan di persimpangan sekitar hotel dan arena SEA Games.

Dishub DKI Jakarta juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengaturan arus lalu lintas. "Sistem buka tutup arus lalu lintas ini dilakukan di sepanjang jalan yang digunakan para atlet, yaitu mulai hotel menuju venue (arena) SEA Games dan sebaliknya," ujar Pristono.

Untuk beberapa arena seperti Stadion Gelora Bung Karno dan Ancol, Dishub DKI Jakarta mengadakan pemasangan stiker bagi kendaraan yang berhubungan dengan kegiatan SEA Games. Stiker ini, misalnya, akan ditempelkan pada kendaraan atlet ataupun ofisial tim. Hanya kendaraan yang memiliki striker itulah yang boleh memasuki kompleks arena pertandingan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau