JAKARTA, KOMPAS.com — Demi kelancaran lalu lintas selama penyelenggaraan SEA Games XXVI, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menerapkan sistem buka tutup arus lalu lintas di jalan-jalan yang akan dilalui para atlet.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, pengaturan ini dilakukan untuk menjamin para atlet tidak terlambat sampai di lokasi pertandingan karena kemacetan lalu lintas. "Sebenarnya ada tiga strategi penanganan lalu lintas selama pelaksanaan SEA Games. Namun, satu strategi, yaitu (pembatasan nomor kendaraan) ganjil dan genap, tidak jadi dipakai," kata Pristono di Jakarta, Kamis (20/10/2011).
Strategi pertama yang diusulkan adalah meliburkan anak-anak sekolah dari tingkat SD sampai SMA. Dengan meliburkan para pelajar, hal itu diperkirakan dapat membantu mengurangi kemacetan arus lalu lintas antara 20 persen hingga 30 persen.
"Kami bersyukur dinas pendidikan sudah merespons usulan ini. Dipastikan hal itu tidak mengganggu kalender pendidikan yang telah ditetapkan," ujar Pristono.
Strategi kedua adalah menerapkan sistem buka tutup dengan penempatan petugas di jalan rawan kepadatan dan kemacetan lalu lintas. Dishub DKI mengerahkan 567 petugas pengatur lalu lintas yang akan membantu penanganan lalu lintas. Mereka ditempatkan di persimpangan sekitar hotel dan arena SEA Games.
Dishub DKI Jakarta juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengaturan arus lalu lintas. "Sistem buka tutup arus lalu lintas ini dilakukan di sepanjang jalan yang digunakan para atlet, yaitu mulai hotel menuju venue (arena) SEA Games dan sebaliknya," ujar Pristono.
Untuk beberapa arena seperti Stadion Gelora Bung Karno dan Ancol, Dishub DKI Jakarta mengadakan pemasangan stiker bagi kendaraan yang berhubungan dengan kegiatan SEA Games. Stiker ini, misalnya, akan ditempelkan pada kendaraan atlet ataupun ofisial tim. Hanya kendaraan yang memiliki striker itulah yang boleh memasuki kompleks arena pertandingan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang