NEW YORK, KOMPAS.com — Harga minyak turun di New York seiring dengan pertimbangan para pemimpin Uni Eropa untuk melepaskan 940 miliar euro, atau setara dengan 1,3 triliun dollar AS, demi mengatasi krisis utang.
Perancis dan Jerman meminta para pihak untuk menyetujui rencana tersebut pada 26 Oktober 2011. Minyak mentah berjangka turun 0,9 persen seiring dengan pernyataan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy yang menyebutkan, Uni Eropa mungkin akan memadukan dana penyelamatan temporer dan permanen sebanyak 940 miliar euro. "Pasar minyak mentah sedang dikendalikan oleh sentimen atas krisis utang Uni Eropa," ujar David Greely, Head of Energy Research Goldman Sachs Group Inc, di New York, Kamis (20/10/2011) waktu setempat.
David menyebutkan, kegagalan untuk menghasilkan sebuah resolusi sehingga menimbulkan ketidakpastian, berdampak besar bagi pasar.
Harga minyak mentah untuk pengantaran November turun 81 sen ke posisi harga 85,30 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange. Kontrak minyak mentah berjangka bulan November akan berakhir hari ini. Harga minyak mentah bulan Desember, yang merupakan kontrak yang paling aktif diperdagangkan, turun 22 sen ke posisi harga 86,07 dollar AS.
Sedangkan, minyak brent untuk penetapan Desember justru naik 1,37 dollar AS atau 1,3 persen ke posisi harga 109,76 dollar AS per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Dengan begitu, selisih harga antara minyak Brent bulan Desember dan kontrak minyak Nymex melebar menjadi 23,69 dollar AS dari 22,10 dollar AS pada Rabu waktu setempat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang