"Memandu Uji" All-New Daihatsu Sirion Deluxe di Malaysia

Kompas.com - 21/10/2011, 10:19 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Setelah sempat menjajal kebolehan All New Sirion, awal Juli 2011 minggu ini PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengajak KOMPAS.com bersama pewarta lain merasakan varian terbarunya, Deluxe yang diluncurkan pekan lalu. Lokasi "memandu uji" (test ride), Malaysia yang merupakan tanah kelahiran Sirion. 

Di Malaysia, Sirion yang bernama Myvi, laris manis. "Sejak diluncurkan Juni 2011, All-New Myvi sudah terjual 38.416 unit," ujar Jimmy Yeow, Corporate Communication, Perodua di Kuala Lumpur, (18/11).

Jalan Mulus
 
Petualangan pertama menempuh rute Kuala Lumpur-Melaka, 130 km melalui jalan kampung. KOMPAS.com berkesempatan mengemudikan Sirion Deluxe transmisi otomatik. Rombongan terdiri dari 8 unit Sirion, bertolak dari hotel di Sepang, Lukut, Rantau, Linggi, Lubok Cina, Brisu, Alor Gajah dan Melaka. Setiap mobil berisi dua penumpang dewasa.

Meski kompak, bagi tubuh tambun dengan postur 178 cm, bangku kemudi Sirion masih terasa nyaman. Cuma posisi pegangan pintu sedikit mengganggu waktu tangan akan mengoperasikan power window. Kendati demikian, tidak mengganggu kontrol setir yang dilengkapi power steering yang diputar oleh motor listrik.

Sensasi berkendara di Malaysia terasa sangat nyaman karena infrastrukturnya terpelihara baik. Permukaan aspal nyaris mulus, tanpa lubang dan tak kenal macet! 

"Kami sengaja mengajak ke Malaysia untuk merasakan sisi lain dari test drive kali ini," beber Rio Sanggau, Domestic Marketing Division Head ADM.

Suasana jalan yang lapang membuat rombongan meningkatkan kecepatan kendaraan.  Tak terasa, mobil kecil ini sudah melaju 110 kpj dengan posisi tongkat pada D4. Di tengah panel instrumen, ditampilkan informasi  konsumsi rata-rata bahan bakar beraksen biru muda,  10,4 km per liter. Reproduksi suara yang dihasilkan dari audio cukup baik saat melaju 100 kpj!

Saat masuk daerah Lubok China, medan jalan mulai meliuk-liuk. "Selikung" (tikungan) lebar dan sempit mudah dilahap pada kecepatan 60-70 kpj. Suspensi yang agak lembut membuat Sirion yang menggunakan pelek 16 inci dan ban seri tipis ini sedikit limbung. 

Meski jalan lega, pengemudi dituntut tetap berkonsentrasi. Pasalnya, kemungkin mobil direm mendadak saat "rombongan" sapi melintas. Setelah meluncur sekitar 1,5 jam, akhirnya rombongan tiba di Melaka, salah satu kota bersejarah di Malaysia. 

Kecepatan Top
Hari Kedua, rute yang dilalui Melaka, Bukit Beruang, Ayer Keroh, Alor Gajah, Tampin, Linggi, Senawang, Seremban, Nilai, Sepang, Cyberjaya dan Putrajaya. Perjalanan ini berjarak 160 km, sebagaian besar jalan tol. KOMPAS.com memilih menjadi penumpang All-New Sirion transmisi manual. 

Perbedaan utama varian AT dengan manual adalah posisi tongkat transmisi Sirion menyatu pada dashboard (AT). Sedangkan, tipe manual, tongkat pemindah gigi masih beradadi lantai.

Saat duduk di bangku belakang, KOMPAS.com merasakan ruang yang cukup lega. Bahkan bisa menjulurkan kaki ke kolong jok depan. Waktu jadi penumpang depan, posisi jok bisa dimundurkan sampai kaki benar-benar lurus. Sabuk pengamat sensitif! Sedikit kejutan, langsung mengunci!

Karena jalur yang dilalui relatif lurus, rekan yang mengemudi mencoba memaksimalkan tenaganya. Pada gigi 5, mobil ini dikebut 150 kpj. Rekan media lain mengaku 170 kpj! Penyebabnya, selain teknik mengemudi, juga bobot penumpang!  

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau