MAKASSAR, KOMPAS.com — PT PLN wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sultan Batara) masih memperpanjang kebijakan pemadaman bergilir di Kota Makassar, Sulsel, hingga 26 Oktober. Langkah tersebut ditempuh karena saat ini sistem kelistrikan di wilayah Sultan Batara defisit 90 megawatt.
Deputi Manajer Komunikasi PT PLN Sultan Batara Yamin Loleh, Jumat (21/10/2011), mengemukakan, kekurangan itu disebabkan menurunnya debit air yang masuk ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru di Kabupaten Pinrang, Sulsel.
Musim kemarau yang terjadi selama dua bulan terakhir menyebabkan debit air kini hanya 16-20 meter kubik per detik. Kondisi itu jauh dari kebutuhan ideal sebesar 45-50 meter kubik per detik untuk menggerakkan turbin berkapasitas 2 x 63 megawatt.
"Saat ini, pasokan listrik dari PLTA Bakaru hanya 36 megawatt ke sebagian daerah di Sulsel," ungkap Yamin.
Dengan berkurangnya pasokan listrik, PT PLN Sultan Batara terpaksa menerapkan kebijakan pemadaman bergilir di Kota Makassar sejak dua hari lalu. PT PLN membagi 14 kecamatan dan 143 kelurahan dalam lima wilayah. Masing-masing wilayah akan mendapat giliran pemadaman selama dua jam, mulai pukul 08.00 hingga pukul 20.00 Wita.
Waktu dan wilayah pemadaman itu secara detail telah disosialisasikan PT PLN di sejumlah media massa lokal di Makassar. Yamin mengimbau agar masyarakat menggunakan listrik secukupnya, terutama pada saat beban puncak, pukul 17.00-22.00.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang