Richards: MU Mulai Takut kepada City

Kompas.com - 22/10/2011, 00:14 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com Defender Manchester City, Micah Richards, menilai, Manchester United (MU) mulai takut kepada timnya. Menurutnya, juara bertahan Premier League dan rival sekota City itu merasa bahwa timnya akan menjadi saingan terberat pada musim ini.

"MU sekarang tahu bahwa kami adalah saingan terberat mereka. Cuma, mereka tak mau mengakuinya," kata Micah Richards kepada Manchester Evening News.

MU akan menjamu City dalam "Derbi Manchester", Minggu (23/10/2011). Ini akan menjadi pertarungan besar, sekaligus menentukan kondisi papan atas. City sementara memimpin klasemen dengan nilai 22, unggul dua poin dari MU yang berada di tempat kedua.

"Kami tak mengatakan akan memenangkan pertandingan ini atau pertandingan itu. Namun, mereka menyebut kami adalah 'tetangga yang berisik'. Itu artinya mereka mulai takut kepada kami," tuduhnya.

"Empat derbi terakhir tak sepanas sekarang, tetapi diwarnai tekel keras. Kita semua suka permainan sepak bola yang indah, tetapi setiap orang juga suka tekel. Aku ingin menyaksikan pertandingan seperti ini lagi," tambahnya.

Richards juga mengingatkan, tekel adalah bagian dari teknik, berbeda dengan pelanggaran. "Memang saat ini menekel jadi lebih berat. Jika kita melakukan tekel, maka hal itu akan segera dianggap sebagai pelanggaran. Ini tergantung pada kejelian wasit. Jika sebuah pelanggaran terjadi, maka wasit memang pantas memberi hukuman. Jika situasinya 50-50, maka hal itu seharusnya dibiarkan saja," ujarnya.

Tentang lawatan timnya ke Old Trafford, Richards mengaku sangat siap. Ia mengakui MU tim yang bagus, tetapi City siap meladeni permainan mereka.

"Kami sudah banyak mengalami kemajuan dan ingin memenangkan pertandingan. Dulu, kami dibuat bertahan. Sekarang, kami siap menyerang. Jika Anda bertanya kepada (Roberto) Mancini, maka dia akan menjawab ingin memenangkan pertandingan di kandang MU. Musim lalu, publik menilai kami membosankan dan bermain negatif. Akan tetapi, Anda bisa lihat sekarang, kami sangat lengkap dan jauh dari penilaian itu," ungkapnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau