Inovasi pln

1.664 Temuan, Tiga Hak Paten

Kompas.com - 22/10/2011, 03:48 WIB

Jakarta, Kompas - Dari 1.664 temuan teknologi baru PT PLN (Persero) sejak 1999, tiga di antaranya sudah memiliki hak paten.

”Aplikasi ketiga hak paten teknologi itu sudah masuk produksi komersial,” kata Kepala PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Hadi Parmono, dalam konferensi pers Forum Inovasi dan Pengembangan Teknologi Knowledge, Norm Discussion Forum, Innovation Contest, Festival and Exhibition (KNIFE) di Jakarta, Jumat (21/10).

Hadi mengatakan, semua temuan teknologi yang sudah dipatenkan itu berupa rekayasa robotik untuk aktivitas pembersihan instalasi jaringan menengah dan tinggi. Sebanyak 14 temuan lain masih dalam proses uji substansi paten.

”Temuan teknologi hasil litbang cukup banyak, tetapi yang berhasil dipatenkan masih sedikit,” kata Hadi.

Staf Ahli Menteri Riset dan Teknologi Bidang Energi Terbarukan Agus Rusyana Hoetman menjelaskan bahwa saat ini pengembangan energi terbarukan diprioritaskan pada sumber energi geotermal, air, dan batu bara bersih. ”Prioritas kebijakan energi untuk menjaga kemandirian,” ujar dia.

Sekarang ini, produksi listrik PT PLN mencapai 35 gigawatt (GW). Tahun 2025, untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali diprediksi butuh penambahan kapasitas listrik 115 GW yang akan dipenuhi dengan geotermal sebesar 20 GW, air 4 GW, dan batu bara dengan teknologi bersih.

”Kekurangan pasokan listrik masih tetap tinggi sehingga tetap direncanakan dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN),” tutur Agus. (NAW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau