Mubarok: PKS Takkan Berani Keluar Koalisi

Kompas.com - 22/10/2011, 17:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok menilai, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak akan berani keluar dari koalisi. Menurutnya, beberapa pernyataan kader PKS yang menginginkan keluar dari koalisi hanya permainan politik dua kaki dari partai tersebut.

"Saya jamin PKS tidak akan berani keluar koalisi. Bahkan, Presidennya (Luthfi Hasan) di salah satu televisi lokal juga sudah mengamini soal itu," kata Mubarok di Jakarta, Sabtu (22/10/2011).

Ditambahkan, pernyataan kader PKS yang mengatakan akan keluar dari koalisi jika ada menterinya yang di-reshuffle hanya wacana. Pasalnya, kata dia, saat ini yang tepat dijadikan acuan keputusan PKS hanya Majelis Dewan Syuro PKS.

"Jadi mereka hanya memberikan ruang ekpresi kepada yang muda-muda seperti Anis Mata. Apalagi ada statement, kalau ada menteri kami yang dikurangi, komitmen kami juga akan dikurangi. Itu sama saja kalau mereka ini memainkan politik transaksi eceran," kata Mubarok.

Meski demikian, ia menegaskan, Demokrat tidak mempunyai niat untuk mengeluarkan PKS dari koalisi. Namun, jika PKS sendiri yang menginginkan untuk keluar koalisi Partai Demokrat tidak akan menghalanginya.

"Kalau mereka meninggalkan koalisi, silakan saja. Tapi tentunya dia tidak akan dikeluarkan. Kita tahu lah, sikap PKS ini, sebagai salah satu Partai ideologis, yang sedang dalam proses menunju nasionalis," kata Mubarok.

Rapat Majelis Syuro PKS akan digelar November 2011. Majelis Syuro akan membicarakan dilanggarnya kontrak koalisi seperti pengurangan jatah menteri. Pasalnya, dalam kontrak, PKS disebut mendapat jatah empat menteri. Sebanyak 99 anggota Majelis Syuro akan mengambil sikap apakah tetap berada di koalisi atau tidak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau