Kasus bom bali

Patek Bisa Rekonstruksi Seluruh Peristiwa

Kompas.com - 23/10/2011, 10:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka teroris Hisyam alias Umar Patek dapat merekonstruksi ulang seluruh peristiwa di empat lokasi sebelum aksi bom Bali I pada Oktober 2002, Sabtu (22/10/2011). Ikut dalam rekonstruksi Heru Kuncoro. Hal itu dikatakan Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar ketika dihubungi Kompas.com, Minggu.

"Merekonstruksi keterlibatan yang bersangkutan dalam proses perencanaan bom Bali I. Selama proses rekonstruksi enggak ada kendala," kata Boy.

Boy menjelaskan, lokasi pertama adalah di Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah. Lokasi kedua di rumah kontrakan Dulmatin di Jalan Sakura Nomor 44, daerah Konimex. Lokasi ketiga di Jalan Tirtorejo Selatan, Kelurahan Pajang, Laweyan, Surakarta. Lokasi keempat di Perumahan Nila Graha Nomor 121 Kelurahan Gonilan, Kartosuro, Sukoharjo.

"Di lokasi ketiga ini mereka berkumpul," kata Boy.

Boy mengatakan, proses rekonstruksi untuk melengkapi berkas perkara Patek sesuai petunjuk jaksa peneliti. Belum ada agenda rekonstruksi lanjutan di tempat lain. Patek, kata dia, sudah dibawa kembali ke Jakarta pagi tadi setelah sebelumnya ditahan di Solo.

Seperti diberitakan, selain dijerat kasus bom Bali I, Patek juga dijerat melindungi buronan Dulmatin tahun 2009. Terkait kasus itu, Patek dapat dijerat UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme. Adapun kasus bom Bali hanya dapat dikenai KUHP.

Kasus lain, Patek dijerat Pasal 266 KUHP Jo UU Keimigrasian terkait pemalsuan paspor yang dibuat di Jakarta Timur. Istri Patek, Rukiyah (warga negara Filipina), juga dijerat terkait pemalsuan paspor. Paspor itu digunakan untuk melarikan diri ke Filipina setelah bom Bali meledak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau