Mahasiswa IPB Ciptakan Mi Instan Berbahan Singkong

Kompas.com - 23/10/2011, 12:10 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Tim mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor menemukan sebuah inovasi produk makanan siap saji, yakni mi instan berbasis singkong yang diberi label "Mo Mie".

Humas IPB Laeli Nur Hasanah dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB bersama empat rekannya melakukan penelitian itu di bawah bimbingan dosen pembimbing, Megawati Simanjuntak. Menurut Laeli Nur Hasanah, Mo Mie memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan mi instan yang lain karena kandungan protein yang tinggi dan aman dikonsumsi.

Ia menjelaskan, ada tiga jenis produk Mo Mie yang ditawarkan, yakni kering, spageti, dan sozzilatos. Makanan ini diciptakan dalam rangka diversifikasi pangan.

Mo Mie, kata Laeli, merupakan mi instan yang berbahan baku tepung singkong termodifikasi atau modified cassava flour (Mocaf) dan tepung tempe. Menurut dia, pemilihan singkong sebagai bahan baku pembuatan Mo Mie ini cukup beralasan mengingat singkong adalah salah satu tanaman pangan yang cukup potensial di Indonesia sebagai sumber karbohidrat, yang produksinya belum optimal karena masih dinilai kurang ekonomis.

Sementara itu, penambahan tepung tempe sebagai bahan pangan sumber protein karena kandungan protein pada mi yang dinilai cukup rendah. Sementara itu, mi instan yang umum dikonsumsi masyarakat biasanya berbahan baku tepung terigu.

Penggunaan tepung terigu di Indonesia cukup tinggi dalam pembuatan mi instan. Indonesia pun tercatat sebagai negara kedua dengan tingkat konsumsi mi instan berbasis terigu terbedar di dunia. Padahal, terigu ini diperoleh dengan mengimpor.

"Oleh karena itu, perlu dikembangkan suatu produk pangan baru berbasis singkong untuk meningkatkan nilai ekonomis singkong sebagai salah salah satu alternatif pengganti terigu dan upaya diversifikasi pangan," katanya.

Lebih lanjut Laeli menjelaskan, Mocaf merupakan produk turunan dari singkong dengan prinsip modifikasi singkong secara fermentasi. Mocaf menyumbang sedikit protein sehingga diperlukan bahan sumber protein untuk meningkatkan kandungan protein pada mi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau