Kesejahteraan rakyat

Rp 9 Miliar untuk Warga Miskin Pedesaan

Kompas.com - 23/10/2011, 18:31 WIB

BANYUMAS, KOMPAS.com- Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyiapkan anggaran Rp 9 miliar untuk pengentasan warga miskin di wilayah tersebut lewat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan. Anggaran tersebut masih dibantu alokasi dana dari pusat untuk program yang sama senilai Rp 37,5 miliar.

Asisten Ekonomi Pembangunan dan kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Banyumas, Tjuntjun Sunardi, Minggu (23/10/2011), mengatakan, salah satu fokus penggunaan dana untuk mendorong kemajuan bagi sekitar 270.000 jiwa warga miskin di Banyumas.

"Dana tersebut terutama digunakan bagi pembangunan program fisik, seperti sanitasi dan air bersih," terangnya.

Kepala Badan Penyuluhan Pertanian Peternakan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (Bapeluh KP) Banyumas, Wisnu Hermawanto mengatakan, kendati tidak selalu kesulitan pangan, sekitar 270.000 warga miskin tersebut memang lebih rentan dibandingkan warga dari lapisan ekonomi lebih mampu.

"Umumnya adalah berprofesi sebagai penderes dan buruh tani dengan upah harian rata-rata Rp 10.000-Rp 20.000 per hari. Pada musim paceklik tiba biasanya mereka terkena dampaknya, karena lebih banyak menganggur sehingga pendapatan juga menurun. Di sisi lain, harga kebutuhan pokok terutama beras melonjak," jelasnya.

Warga miskin dan rawan kekurangan gizi tersebar di seluruh kecamatan di Banyumas, terutama Kecamatan Cilongok dan Sumbang. Untuk penguatan rawan pangan, dana sebesar Rp 1,55 miliar juga telah dikucurkan pada tahun ini.

Dana tersebut berasal dari APBN sebesar Rp 1 miliar, APBD Jateng Rp 150 juta dan APBD Banyumas senilai Rp 400 juta. Tahun lalu, jumlah warga miskin di Banyumas yang mengalami rawan pangan 142.000 warga dari jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau