Liga Arab Desak Presiden Yaman Serahkan Kekuasaan

Kompas.com - 24/10/2011, 10:17 WIB

KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil al-Arabi, Minggu (23/10/2011), mendesak Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh segera menandatangani gagasan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) bagi penyerahan kekuasaan secara damai. Di dalam satu pernyataan, Al Arabi menyampaikan kembali seruannya kepada Pemerintah Yaman agar berhenti menggunakan kekerasan terhadap pemrotes damai. Ia juga menyatakan peningkatan kerusuhan bisa mengancam masa depan negeri itu dan rakyatnya.

Al Arabi menyambut baik Resolusi 2014 Dewan Keamanan PBB mengenai Yaman, yang dengan suara bulat disahkan Jumat (21/10/2011) guna menyampaikan "keprihatinan besar mengenai situasi di Yaman". Resolusi tersebut menuntut "semua pihak agar segera menolak penggunaan kekerasan guna mencapai sasaran politik".

Dewan Keamanan "menyampaikan penyesalan yang sangat besar atas ratusan kematian, terutama warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak", demikian antara lain isi pernyataan lembaga PBB itu.

Dewan tersebut mendesak semua pihak terkait agar menjamin perlindungan atas perempuan dan anak-anak guna meningkatkan keikutsertaan perempuan dalam penyelesaian konflik dan mendorong semua pihak agar memfasilitasi keikutsertaan penuh dan setara kaum perempuan dalam tingkat pengambilan keputusan. Dewan Keamanan mengutuk "semua serangan teror terhadap warga sipil dan terhadap pemerintah, termasuk mereka yang bertujuan membahayakan proses politik di Yaman, seperti serangan terhadap kompleks Presiden di Sanaa pada 3 Juni 2011", kata resolusi itu.

Saleh cedera dalam serangan tersebut dan selanjutnya meninggalkan Yaman untuk berobat di Arab Saudi. Sejak kembali ke Yaman, ia telah mengatakan siap menandatangani kesepakatan penyerahan kekuasaan yang digagas GCC jika oposisi memberi jaminan dari AS, Eropa, dan negara Teluk bagi pelaksanaan kesepakatan tersebut. Usul GCC itu, yang digagas pada April dan ditandatangani oleh oposisi pada Mei, menyatakan, Saleh akan turun dalam 30 hari dan menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya—yang kemudian akan membentuk pemerintah nasional pimpinan oposisi serta menyelenggarakan pemilihan umum dalam 60 hari.

Saleh telah menolak untuk menandatangani kesepakatan tersebut pada saat terakhir sebanyak tiga kali. Pemerintah Yaman, Sabtu, menyatakan, pemerintah akan menerima dengan positif Resolusi 2014.

Yaman telah dilanda kerusuhan selama sembilan bulan saat pemrotes yang menyerukan penggulingan Presiden Ali Abdullah Saleh, yang telah lama memerintah, bentrok dengan pasukan keamanan pemerintah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau