Jelajah Kampus-kampus di Indonesia

Kompas.com - 24/10/2011, 12:22 WIB

KOMPAS.com — Mungkin selama ini perguruan tinggi hanya diidentikan dengan tempat untuk kuliah. Namun, sebuah perguruan tinggi bisa saja menjadi tujuan wisata. Di beberapa universitas ternama di negara-negara maju membuka kampusnya untuk umum dan wisatawan.

Mereka bahkan memiliki paket tur tersendiri bagi wisatawan yang berminat menjelajahi kampus-kampus tersebut. Bagaimana dengan kampus-kampus di Indonesia? Ternyata beberapa perguruan tinggi menarik untuk dikunjungi.

Misalnya, kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sempat menjadi lokasi shooting film Jomblo besutan Hanung Bramantyo. Selain ITB memang tenar, suasana kampus Ganesha ini membuat banyak orang penasaran melihat beberapa bangunan kampus yang unik.

Tidak hanya itu, banyak orang yang sering mengunjungi Masjid Salman di kawasan ITB. Masjid kampus ini memiliki konsep arsitektur modern, dengan kapasitas jamaah yang cukup banyak. Karena suasananya adem dan nyaman, masjid Salman juga dimanfaatkan sebagai pusat berbagai kegiatan yayasan.

Lain lagi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), kampus yang terletak di "Kota Hujan" ini memiliki kawasan yang sering dikunjungi masyarakat umum, yaitu di Taman Rektorat. Taman yang berlokasi tak jauh dari Gedung Rektorat itu terdapat air mancur dengan lambang IPB, taman bunga, rumah kaca, dan kursi-kursi taman.

Biasanya setiap hari libur, banyak mahasiswa dan masyarakat umum yang berolahraga ataupun bercengkrama di taman tersebut. IPB juga memiliki danau yang sekelilingnya ditumbuhi oleh pepohonan hijau.

Anda mungkin pernah melewati Universitas Udayana di Pulau Bali. Universitas itu terletak di jalanan bukit yang menanjak. Di sepanjang perjalanan, Anda bisa menemukan sejumlah kuliner unik, misalnya Warung Sate Hiu yang terletak di Jalan Kampus Universitas Udayana, Badung, Bali.

Jika Anda punya kenalan di kampus ini, coba minta diajak ke lantai teratas gedung perkuliahan. Dari sini Anda dapat melihat Kuta, Jimbaran, Benoa, dan Sanur dari kejauhan.

Udayana ini merupakan salah satu kampus di Indonesia yang menonjolkan gaya arsitektur tradisional pada bangunannya. Bangunan kampus Udayana begitu menampilkan gaya bangunan khas Bali. Sebenarnya, untuk menuju obyek wisata di Uluwatu, biasanya para pelancong akan melewati jalan menanjak dan berkelok ke arah kampus Udayana yang menyuguhkan suasana perbukitan yang elok.

Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar juga memiliki potensi tersembunyi untuk menjadi tujuan wisata meskipun letaknya tidak ada di dalam kampus. Di belakang Unhas, terdapat sebuah desa asri di tengah hiruk-pikuk Kota Makasar, yaitu Desa Lakkang. Untuk menuju Desa Lakkang, pengunjung harus menggunakan perahu dari Dermaga Kerakera di kampus Unhas karena tidak ada jembatan menuju Desa Lakkang.

Di desa ini, warga masih tinggal di rumah-rumah panggung yang terbuat dari kayu dengan arsitektur khas Makassar. Warga di Desa Lakkang menyewakan kamar di rumah mereka jika ada wisatawan yang ingin menginap.

Desa ini ditetapkan sebagai kawasan konservasi dan penelitian terpadu konsep tata Kota Makassar. Anda bisa bersepeda keliling desa, menyaksikan kesenian gandrang pakkarena, mengikuti kegiatan bertani dan menambak udang, serta menikmati suasana pedesaan yang syahdu.

Sementara itu, di dalam Unhas sendiri terdapat danau yang cocok untuk tempat bersantai di sore hari. Lapar saat menjelajahi Unhas? Mampir ke warung di kolong fakultas. Masakan di sini terkenal di kalangan mahasiswa dan harganya pun sangat terjangkau.

Universitas Indonesia (UI), Depok, juga memiliki danau luas dengan suasana asri yang sejuk. Baru-baru ini UI juga meresmikan Perpustakaan Modern UI yang disebut-sebut sebagai sebagai perpustakaan kampus terbesar di Asia.

Jangan lupakan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. Sebagai universitas negeri pertama di Indonesia yang didirikan pada 1949, Anda akan menemukan banyak bangunan sejarah di kampus UGM.

Gedung Pusat UGM, misalnya, memiliki nilai historis tersendiri bagi Presiden pertama RI. Gedung ini merupakan hasil gagasan Soekarno yang terinspirasi bangunan masa Yunani Kuno.

Sebagian besar universitas di Indonesia secara rutin menyelenggarakan aneka pameran yang bisa dikunjungi masyarakat umum. Tak hanya seminar atau diskusi, para mahasiswa dengan apik juga menyiapkan pameran yang melibatkan partisipasi para pengunjung. Mungkinkah suatu saat kampus-kampus ini menawarkan paket tur bagi wisatawan? Kita nantikan saja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau