Struktur ekonomi

Gita: Indonesia Beda dengan China

Kompas.com - 24/10/2011, 13:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyebutkan, struktur ekonomi Indonesia berbeda dengan China. Jika China lebih berbasis ekspor, Indonesia justru berbasis konsumsi domestik. Dengan itu, memberikan perlindungan bagi ekonomi nasional terhadap krisis yang sekarang ini terjadi di Uni Eropa dan Amerika Serikat.

"Struktur ekonomi kami agak beda dengan China. Kalau China kan sangat berbasis ekspor (sekitar) 60-70 persen dari PDB. Kalau kita berbasis domestic consumption," ujar Gita kepada Kompas.com ketika ditanyai apakah Indonesia akan berbasis ekspor seusai mengikuti ceramah ekonomi dari Prof Nouriel Roubini di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (24/10/2011).

Dengan begitu, kata Gita, sesuai dengan pernyataan Prof Nouriel Roubini, kondisi tersebut memperkuat posisi Indonesia terhadap imbas dari krisis di wilayah UE dan AS.

Oleh karena itu, Gita menuturkan, ia akan memperkuat pasar domestik. Selain itu, pemerintah juga akan berupaya menjaga ekspor supaya tidak turun. Akan tetapi, ia belum bisa menyebutkan seperti apa langkah konkret dari kementeriannya dalam mewujudkan upaya itu. "Riilnya belum ada," kata dia.

Ia pun menilai, target ekspor, baik migas maupun nonmigas, tahun ini sebesar 200 miliar dollar AS bukan hal yang mudah untuk dicapai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau