JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyebutkan, struktur ekonomi Indonesia berbeda dengan China. Jika China lebih berbasis ekspor, Indonesia justru berbasis konsumsi domestik. Dengan itu, memberikan perlindungan bagi ekonomi nasional terhadap krisis yang sekarang ini terjadi di Uni Eropa dan Amerika Serikat.
"Struktur ekonomi kami agak beda dengan China. Kalau China kan sangat berbasis ekspor (sekitar) 60-70 persen dari PDB. Kalau kita berbasis domestic consumption," ujar Gita kepada Kompas.com ketika ditanyai apakah Indonesia akan berbasis ekspor seusai mengikuti ceramah ekonomi dari Prof Nouriel Roubini di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (24/10/2011).
Dengan begitu, kata Gita, sesuai dengan pernyataan Prof Nouriel Roubini, kondisi tersebut memperkuat posisi Indonesia terhadap imbas dari krisis di wilayah UE dan AS.
Oleh karena itu, Gita menuturkan, ia akan memperkuat pasar domestik. Selain itu, pemerintah juga akan berupaya menjaga ekspor supaya tidak turun. Akan tetapi, ia belum bisa menyebutkan seperti apa langkah konkret dari kementeriannya dalam mewujudkan upaya itu. "Riilnya belum ada," kata dia.
Ia pun menilai, target ekspor, baik migas maupun nonmigas, tahun ini sebesar 200 miliar dollar AS bukan hal yang mudah untuk dicapai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang