Mendikbud Didesak Tetapkan Pagu Anggaran

Kompas.com - 24/10/2011, 13:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh didesak untuk segera menetapkan pagu anggaran kementeriannya oleh Komisi X DPR RI. Desakan tersebut dilontarkan salah seorang anggota Komisi X DPR asal Fraksi PDI Perjuangan I Wayan Koster, dalam rapat kerja DPR RI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (24/10/2011), di Gedung DPR, Jakarta.

Menurut Koster, desakan terhadap Kemdikbud karena waktu yang tersedia sudah sangat sempit. Pengambilan keputusan tingkat I mengenai APBN akan dilaksanakan pada Rabu (26/10/2011) mendatang. Keputusan soal APBN ini akan diketok palu pada sidang paripurna yang dijadwalkan pada Jumat, 28 Oktober 2011.

"Maka sebelum itu semua, urusan pagu harus selesai di tingkat komisi dan mitra. Waktunya hanya hari ini, karena besok menterinya dinas ke luar, kecuali jika diwakilkan. Ini berkaitan dengan hasil apa yang akan kita bawa pada Rabu dan Jumat mendatang," kata Koster.

Menanggapi permintaan Koster, Nuh mengatakan, pagu anggaran kementeriannya tidak mengalami banyak perubahan, kecuali yang berkaitan dengan direktorat baru, yaitu Direktorat Sejarah Purbakala serta Direktorat Nilai-nilai Tradisional dan Seni.

Ia menjelaskan, anggaran pendidikan yang semula diusulkan sebesar Rp 281,456 triliun, maka untuk mendukung direktorat kebudayaan, kementerian telah menganggarkan dana lebih dari Rp 700 miliar. Untuk mengurus sejarah dan purbakala sebesar Rp 423 miliar, serta untuk Direktorat Nilai-nilai tradisional dan seni sebesar Rp 317 miliar.

"Kami sudah melakukan exercise. Yang paling mudah dua direktorat itu ditarik sebagai bagian penganggaran dari ditjen kebudayaan," kata Nuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau