Transportasi

Jadwal Pengurangan KRL Dijual Rp 1.000

Kompas.com - 24/10/2011, 14:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Lima hari setelah pengurangan 29 perjalanan kereta rel listrik (KRL), kepadatan penumpang masih terjadi. Namun, yang tidak biasa adalah para pedagang asongan di Stasiun Depok Baru yang malah menjajakan jadwal perubahan itu kepada para penumpang.

"Saya sih sudah punya jadwalnya. Kan sebenarnya sudah disediain di loket perubahan jadwal ini," kata Salsa, salah seorang penumpang KRL di Stasiun Depok Baru, Depok, Senin (24/10/2011).

Menurut Salsa, banyaknya pedagang asongan yang memanfaatkan kesempatan ini lantaran banyaknya penumpang yang terburu-buru sehingga tidak sempat mengambil jadwal di loket. Harga yang dijual untuk jadwal ini per lembarnya sekitar Rp 1.000.

"Pengurangannya ada yang pagi, ada yang siang, dan sore. Jadi, ya jadwal ini memang perlu," ujar Salsa.

Sebenarnya, jadwal tersebut juga sudah ditempelkan di loket-loket stasiun. Jadi, bagi penumpang yang ingin tahu jadwal perubahan perjalanan kereta dapat melihat langsung di loket.

Salsa mengungkapkan bahwa sejauh ini pemandangan pedagang asongan yang menjual jadwal ini hanya berada di Stasiun Depok Baru. Sebab, jika tiba di Stasiun Gondangdia, dia mengaku tidak pernah melihat pedagang asonganan yang menjual jadwal.

"Enggak pernah lihat kalau di (Stasiun) Gondangdia. Kebetulan kan saya turunnya di Gondangdia," kata Salsa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau