Cukai tembakau

Prioritaskan untuk Alih Profesi Buruh dan Petani Tembakau

Kompas.com - 24/10/2011, 16:35 WIB

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Dana bagi hasil cukai tembakau di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, diharapkan lebih diprioritaskan untuk kegiatan alih profesi para buruh dan petani tembakau. Hal ini sebagai akibat dari pengetatan produksi tembakau yang berkadar nikotin dan tar rendah.

Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banjarnegara, Herry Suryono, Senin (24/10/2011) di sela-sela Lokakarya Optimalisasi Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan Upaya Penanganan Cukai Ilegal di Daerah, di Banjarnegara.

"Bila alih profesi ini dapat terwujud, diharapkan para petani dan para pelaku industri di bidang tembakau dapat memiliki pekerjaan lain yang dapat menunjang kesejahteraan ekonomi keluarga," katanya.

Selain itu, dana bagi hasil cukai tembakau juga dapat diarahkan untuk penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan industri hasil tembakau dam petani tembakau. Bantuan tersebut dapat berupa berupa permodalan dan sarana produksi.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, DBHCHT Kabupaten Banjarengara pada 2009 mencapai Rp 2,45 miliar.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Banjarnegara, Mulyanto, menambahkan, salah satu tujuan diselenggarakan lokakarya itu adalah untuk menyamakan persepsi dan pemahaman stakeholder di daerah terkait dengan pemanfaatan DBHCT di Kabupaten Banjarnegara.

"DBHCHT harus digunakan dengan memperhatikan prioritas dan karakteristik daerah, sesuai dengan ketentuan yang ada," katanya.

Ketua Komisi B DPRD Banjarnegara Suko Irianto yang turut hadir mengemukakan, pada prinsipnya DPRD setuju pemanfaatan DBHCT digunakan untuk kegiatan yang mendukung alih profesi para buruh dan petani tembakau.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau