Pentingnya Perawatan Rambut Rontok

Kompas.com - 25/10/2011, 10:23 WIB

KOMPAS.com - Masalah kerontokan rambut menimbulkan kekhawatiran bagi perempuan juga laki-laki. Penelitian yang dilakukan Research International tahun 2008 terhadap 601 perempuan dan 201 pria Indonesia, pengguna produk perawatan rambut, menunjukkan data dan faktanya.

Sebanyak 36 persen perempuan Indonesia mengalami masalah rambut rontok, dan 78 persen dari mereka mengaku khawatir terhadap kerontokan rambut. Sementara, 16 persen laki-laki Indonesia menyatakan dirinya mengalami masalah rambut rontok. Dan sebanyak 75 persen laki-laki khawatir akan masalah rambut rontok ini.

Kekhawatiran yang paling umum ditemui adalah kebotakan. Banyak orang khawatir rambut tidak lagi tumbuh.  Meski sebenarnya, rambut secara alami mengalami tiga fase. Rambut rontok termasuk salah satu fase alami. Namun, kekhawatirannya adalah, rambut tak mengalami pertumbuhan baru setelah melewati fase rontok tersebut.

Siklus rambut
Siklus hidup rambut normal mengalami tiga fase. Yakni fase pertumbuhan (anagen) , fase istirahat (cantagen), dan fase rontok (telogen). Jadi rambut rontok merupakan fase alami yang pasti terjadi pada semua orang. Tidak perlu cemas, dalam keadaan normal siklus rambut akan kembali lagi berulang mengalami fase pertumbuhan (anagen), dan berulang seterusnya. Rata-rata rambut orang Asia tumbuh sekitar 1-1,5 cm per bulan.

Namun kerontokan yang lebih dari 100 helai per hari perlu diwaspadai. Apalagi jika di area
kerontokan tersebut tidak lagi mengalami pertumbuhan rambut baru.

Butuh perawatan

Salah satu penyebab mengapa pertumbuhan rambut baru tak terjadi adalah karena terjadinya pengerasan kolagen pada pangkal rambut, di bawah kulit kepala. Pengerasan kolagen ini menutup pangkal rambut, menyulitkan penyerapan nutrisi, menyebabkan penyatuan antara pangkal rambut dan kulit kepala menjadi lemah, dan serat kapiler menjadi lebih tipis.

Apabila tidak dirawat, rambut akan rontok lebih cepat, yang akan menimbulkan penipisan dan tanda awal kebotakan. Jika rambut tidak lagi mengalami fase pertumbuhan (anagen), maka tidak ada lagi rambut tumbuh dan kebotakan pun mengancam.

Perawatan juga pencegahan

Selain membutuhkan perawatan intens dengan produk perawatan rambut yang tepat, Anda juga bisa melakukan pencegahan kerontokan rambut.

Salah satu pemicu masalah rambut rontok adalah stres. Saat stres menyerang, Anda bisa mengatasinya dengan melakukan relaksasi seperti yoga, meditasi, terapi, dan lain-lain. Dan, sebisa mungkin hindari stres yang berlebihan dan nantinya biarkan rambut rontok kita akan tumbuh kembali lagi.

Diet terlalu ketat juga membuat rambut rontok. Pastikan asupan  protein mencukupi kebutuhan harian. Karena protein  merupakan nutrisi yang sangat penting untuk membuat rambut kita tetap sehat dan utuh.

Sumber: L'Oreal-Garnier Neril Aminexil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau