KASONGAN, KOMPAS.com- Pemerintah Kabupaten Katingan di Kalimantan Tengah menetapkan visi menjadikan daerahnya sebagai pusat produksi dan perdagangan rotan Indonesia. Namun kenyataannya, industri rotan di Katingan belum berkembang, bahkan hanya terdapat satu pabrik rotan di kabupaten itu.
Direktur Utama Perusahaan Daerah Katingan Jaya Sonny A Pribadi, Selasa (25/10/2011), mengatakan, hanya pabriknya yang menghasilkan produk rotan jadi di Katingan. Perusahaan itu pun masih merugi namun ia enggan menjelaskan kondisi keuangan perusahaannya lebih jauh.
"Jadi, PD Katingan Jaya hanya proyek percontohan. Di Katingan belum ada sektor hilir. Karena itu, perlu didorong agar industri rotan tumbuh di Katingan," katanya.
Menurut Sonny, perusahaan masih bisa berjalan karena Pemkab Katingan mengucurkan dana penyertaan modal. "Dana itu disalurkan sejak tahun 2007 dengan jumlah total Rp 8,9 miliar. Meski produk tergolong mahal dan masih ada yang beli tapi kuantitasnya masih kecil," ujarnya.
Menurut Sonny, PD Katingan Jaya sudah berdiri lebih dari lima tahun lalu. Akan tetapi, produk jadi baru dihasilkan pada tahun 2009. Sebelumnya, PD Katingan Jaya hanya menghasilkan rotan asalan. Saat ini, perusahaan tersebut sudah menghasilkan produk jadi, seperti kursi, meja, dan keranjang.
"Kalau dijual, keuntungan yang didapat bisa sekitar 30 persen dari biaya produksi," ujarnya.
Akan tetapi, perusahaan belum bisa menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukan karena kuantitas produksinya tidak dilakukan secara massal. Di sini, setiap pegawai mengerjakan satu produk. Padahal, sistem yang efisien seharusnya setiap pegawai melakukan satu pekerjaan yang spesifik, tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang