Visi daerah

Daerah Rotan Hanya Punya Satu Pabrik Rotan

Kompas.com - 25/10/2011, 20:21 WIB

KASONGAN, KOMPAS.com- Pemerintah Kabupaten Katingan di Kalimantan Tengah menetapkan visi menjadikan daerahnya sebagai pusat produksi dan perdagangan rotan Indonesia. Namun kenyataannya, industri rotan di Katingan belum berkembang, bahkan hanya terdapat satu pabrik rotan di kabupaten itu.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Katingan Jaya Sonny A Pribadi, Selasa (25/10/2011), mengatakan, hanya pabriknya yang menghasilkan produk rotan jadi di Katingan. Perusahaan itu pun masih merugi namun ia enggan menjelaskan kondisi keuangan perusahaannya lebih jauh.

"Jadi, PD Katingan Jaya hanya proyek percontohan. Di Katingan belum ada sektor hilir. Karena itu, perlu didorong agar industri rotan tumbuh di Katingan," katanya.

Menurut Sonny, perusahaan masih bisa berjalan karena Pemkab Katingan mengucurkan dana penyertaan modal. "Dana itu disalurkan sejak tahun 2007 dengan jumlah total Rp 8,9 miliar. Meski produk tergolong mahal dan masih ada yang beli tapi kuantitasnya masih kecil," ujarnya.

Menurut Sonny, PD Katingan Jaya sudah berdiri lebih dari lima tahun lalu. Akan tetapi, produk jadi baru dihasilkan pada tahun 2009. Sebelumnya, PD Katingan Jaya hanya menghasilkan rotan asalan. Saat ini, perusahaan tersebut sudah menghasilkan produk jadi, seperti kursi, meja, dan keranjang.

"Kalau dijual, keuntungan yang didapat bisa sekitar 30 persen dari biaya produksi," ujarnya.

Akan tetapi, perusahaan belum bisa menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukan karena kuantitas produksinya tidak dilakukan secara massal. Di sini, setiap pegawai mengerjakan satu produk. Padahal, sistem yang efisien seharusnya setiap pegawai melakukan satu pekerjaan yang spesifik, tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau