PVMBG Cek Laporan Adanya Api di Gunung Tambora

Kompas.com - 25/10/2011, 20:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi akan melakukan pengecekan terhadap laporan adanya bara api di bibir kawah Gunung Tambora. Demikian dikatakan Kepala PVMBG Surono saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/10/2011) malam.

Ia mengatakan, ada laporan dari masyarakat yang mengaku melihat adanya bara api di Gunung Tambora dari kejauhan. Menanggapi laporan tersebut, PVMBG sudah melakukan pengecekan terhadap aktivitas gunung tersebut sepanjang hari ini.

"Hasil pemantauan tidak ada yang wajib dicurigai. Tidak ada sesuatu anomali di Tambora. Kalaupun ada letusan, tidak mungkin sampai menimbulkan bara api," kata Surono. Ia mengatakan, hal ini karena kawah Tambora berkedalaman sekitar 1.000 meter. Sementara itu, aktivitas yang tercatat saat ini kecil kemungkinan melontarkan lava pijar hingga ke bibir kawah.

Ia mengatakan, aktivitas Tambora saat ini memang meningkat. Hasil pengukuran instrumen kegempaan di Tambora menunjukkan terjadinya gempa-gempa vulkanik di atas normal. Statusnya sempat ditetapkan Siaga atau level III, tetapi saat ini diturunkan ke Waspada atau level II.

Meski demikian, pihaknya akan tetap melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Laporan dari masyarakat tetap menjadi peringatan dini meskipun masih harus dikonfirmasi dengan pemantauan menggunakan instrumen dan langsung ke lapangan.

Sementara itu, kantor berita Antara melaporkan, kawasan hutan yang ditumbuhi aneka jenis pepohonan di lereng barat Gunung Tambora, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan terbakar. Petugas kehutanan membenarkan kejadian yang pertama kali terlihat muncul mulai petang tadi pada pukul 18.30 Wita tersebut.

"Mungkin kebakaran hutan atau bukan saya tidak tahu. Bisa jadi juga efek sinar matahari yang kemerah-merahan. Namun, dari aktivitas seismik tidak ada yang wajib dicurigai. Visual saja tidak cukup," kata Surono saat ditanya kemungkinan api yang terlihat dari kebakaran hutan.

Dalam rilis di situsnya, PVMBG mengimbau masyarakat/pengunjung/pendaki tidak mendekati dan memasuki Kawasan Rawan Bencana III yang beradius 2 km dari kawah meliputi bibir kaldera Gunung Tambora karena masih ada ancaman letusan freatik. Masyarakat agar tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu terkait dengan aktivitas Gunung Tambora yang tidak jelas sumbernya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau