JAKARTA, KOMPAS.com — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi akan melakukan pengecekan terhadap laporan adanya bara api di bibir kawah Gunung Tambora. Demikian dikatakan Kepala PVMBG Surono saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/10/2011) malam.
Ia mengatakan, ada laporan dari masyarakat yang mengaku melihat adanya bara api di Gunung Tambora dari kejauhan. Menanggapi laporan tersebut, PVMBG sudah melakukan pengecekan terhadap aktivitas gunung tersebut sepanjang hari ini.
"Hasil pemantauan tidak ada yang wajib dicurigai. Tidak ada sesuatu anomali di Tambora. Kalaupun ada letusan, tidak mungkin sampai menimbulkan bara api," kata Surono. Ia mengatakan, hal ini karena kawah Tambora berkedalaman sekitar 1.000 meter. Sementara itu, aktivitas yang tercatat saat ini kecil kemungkinan melontarkan lava pijar hingga ke bibir kawah.
Ia mengatakan, aktivitas Tambora saat ini memang meningkat. Hasil pengukuran instrumen kegempaan di Tambora menunjukkan terjadinya gempa-gempa vulkanik di atas normal. Statusnya sempat ditetapkan Siaga atau level III, tetapi saat ini diturunkan ke Waspada atau level II.
Meski demikian, pihaknya akan tetap melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Laporan dari masyarakat tetap menjadi peringatan dini meskipun masih harus dikonfirmasi dengan pemantauan menggunakan instrumen dan langsung ke lapangan.
Sementara itu, kantor berita Antara melaporkan, kawasan hutan yang ditumbuhi aneka jenis pepohonan di lereng barat Gunung Tambora, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan terbakar. Petugas kehutanan membenarkan kejadian yang pertama kali terlihat muncul mulai petang tadi pada pukul 18.30 Wita tersebut.
"Mungkin kebakaran hutan atau bukan saya tidak tahu. Bisa jadi juga efek sinar matahari yang kemerah-merahan. Namun, dari aktivitas seismik tidak ada yang wajib dicurigai. Visual saja tidak cukup," kata Surono saat ditanya kemungkinan api yang terlihat dari kebakaran hutan.
Dalam rilis di situsnya, PVMBG mengimbau masyarakat/pengunjung/pendaki tidak mendekati dan memasuki Kawasan Rawan Bencana III yang beradius 2 km dari kawah meliputi bibir kaldera Gunung Tambora karena masih ada ancaman letusan freatik. Masyarakat agar tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu terkait dengan aktivitas Gunung Tambora yang tidak jelas sumbernya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang