Suriah

Rakyat Bertekad Tumbangkan Rezim

Kompas.com - 26/10/2011, 03:55 WIB

Kairo, Kompas - Rakyat Suriah terus bertekad menumbangkan rezim Bashar al-Assad meskipun harga yang harus dibayar sangat mahal. Sedikitnya 19 warga Suriah tewas, Senin (24/10), di kota Homs dan Idlib akibat tembakan aparat.

Komite koordinasi lokal di Suriah mengungkapkan, sekurangnya 13 warga, termasuk seorang anak kecil, gugur di Homs dan enam lainnya gugur di Idlib.

Di Idlib, ribuan warga pada Senin malam lalu menggelar unjuk rasa. Mereka menyambut keberhasilan Libya menumbangkan Moammar Khadafy serta menuntut Presiden Suriah Bashar mundur.

Para aktivis, seperti dikutip televisi Al Jazeera, mengatakan, lebih dari 20 warga mengalami luka-luka dan kini dirawat di rumah sakit di Homs. Aparat keamanan dilaporkan mengepung rumah sakit tersebut. Rentetan ledakan dahsyat akibat gempuran artileri terdengar di distrik Deir Baalba di Homs.

Militer Suriah menggempur beberapa rumah dan toko yang membuat jatuh korban dan banyak rumah serta toko mengalami kerusakan. Ambulans dilaporkan dilarang masuk ke distrik tersebut.

Lembaga revolusi melaporkan pula militer Suriah terus mengepung distrik Bab el Amr di kota Homs serta menembak siapa pun yang terlihat bergerak.

Di Hama, militer dan aparat keamanan Suriah membubarkan dengan paksa para pengantar jenazah seorang wanita ke tempat pemakaman. Wanita itu tewas akibat tembakan aparat keamanan. Di kota Latikia, aparat keamanan terus menangkap secara sembarangan setiap pemuda yang berlalu lalang di jalan-jalan kota itu.

Lembaga Amnesty Internasional dalam laporannya yang terdiri dari 39 halaman menuduh otoritas Suriah mengalihkan rumah sakit menjadi tempat untuk menimbulkan ketakutan dan ketegangan. (mth)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau