JAKARTA, KOMPAS.com — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan tidak berjalan mulus, Rabu (26/10/2011) ini. Keraguan dan kekhawatiran para pemimpin Eropa gagal menyepakati rencana untuk mengakhiri krisis utang zona eropa membuat bursa saham global melemah semalam.
Kejatuhan bursa Eropa juga menyeret bursa Wall Street. Keterpurukan bertambah setelah sejumlah korporasi besar di Amerika Serikat menurunkan perkiraan target-target mereka.
Indeks Dow Jones industrial average melemah 205,18 poin (1,72 persen) ke level 11.708,44. Indeks Standard & Poor's 500 terperosok 24,96 poin (1,99 persen) ke level 1.229,23. Sedangkan Indeks komposit Nasdaq anjlok 61,02 poin (2,26 persen) ke level 2.638,42.
Kemarin, IHSG ditutup naik tipis 3,7 poin (0,10 persen) ke level 3.710,47 dengan jumlah transaksi 7,9 juta lot dan nilai transaksi Rp 3,9 triliun. Hampir seluruh sektor saham pada perdagangan mengalami penguatan kecuali sektor pertanian, industri dasar, properti dan keuangan.
Asing tercatat melakukan pembelian bersih Rp 249,2 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli adalah Astra Internasional (ASII), United Tractor (UNTR), Bank BNI (BBNI), Adaro Energy (ADRO), dan Telkom (TLKM).
Secara teknikal, menurut riset eTrading Securities, IHSG gagal bertahan untuk tutup di atas level Resistancenya di 3.729. Candlestick IHSG membentuk pola spinning top yang mengindikasikan sinyal Bearish Reversal, Indikator stochastic masih bergerak uptrend setelah membentuk golden cross di area overbought, sementara MACD masih mencoba memasuki area positif.
Pada perdagangan Rabu ini, diperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan terkoreksi dan akan bergerak pada range 3.636-3.739.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang