Ditangkap, Bandar Narkoba Rebut Pistol Polisi

Kompas.com - 26/10/2011, 12:20 WIB

BATULICIN, KOMPAS.com — Terpojok, Sukarno (32) coba berbuat nekat. Warga Jalan Sepakat, Desa Sungai Danau, Tanahbumbu, ini berusaha merebut senjata api milik polisi yang menggeledah rumahnya. Secepat kilat tangannya menyerobot senjata polisi.

Anggota Satresnarkoba tak kalah sigap. Upaya pria yang diduga kuat sebagai bandar narkoba di Batulicin ini melawan petugas berhasil digagalkan. Sukarno tak berkutik lagi ketika tangannya diborgol.

Saat rumah Sukarno digeledah Senin sore, polisi berhasil menemukan satu paket sabu ukuran besar dan enam paket ukuran kecil dengan berat total 2,5 gram dan timbangan digital. "Saya kaget saat polisi datang. Mau lari tapi terkepung, malah panik, jadinya berusaha rebut senjata polisi," ujar Sukarno.

Sukarno mengaku sudah lima bulan terakhir ini melakoni bisnis sabu lantaran tak memiliki pekerjaan. Selain memenuhi keperluan rumah tangga, dia mendapat untung bisa nyabu gratis.

Di hari yang sama, anggota Satresnarkoba Polres Tanbu juga berhasil mengamankan pasangan suami istri, Syahrani dan Masyarah, atas dasar kepemilikan ineks. Pasutri ini diamankan di warung mereka di Jalan Simpang Empat, Desa Satui Barat, sekitar pukul 18.30 Wita. Saat digeledah, polisi menemukan 13 butir ekstasi, 10 butir dari kantong Syahrani, dan tiga lainnya kantong celana Masyarah.

"Belinya di Banjarmasin sebutir Rp 300.000. Kami jual lagi Rp 350.000 per butirnya," ujar Syahrani.

Kasat Resnarkoba Polres Tanbu AKP Feri Sitorus SiK mengatakan, baik Sukarno maupun Syahrani dan Masyarah harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum sebagai pengedar narkoba.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau