SEMARANG, KOMPAS.com — Mahasiswa asal Papua di Kota Semarang, Salatiga, dan Yogyakarta yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Papua Anti Militerisme (SRPA), Rabu (26/10/2011), berunjuk rasa di Kota Semarang, menuntut pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat Papua. Pemerintah jangan melakukan pendekatan represif, tetapi persuasif dan menyelesaikan masalah di Papua secara demokratis.
Juru bicara SRPA, Sam Awom, mengatakan, warga Papua saat ini sangat tertekan karena pemerintah sangat represif. "Apalagi di wilayah PT Freeport dan sekitarnya," ujar Sam.
Sam mengungkapkan, sejak awal pemerintah tidak berusaha melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat Papua. Padahal, masyarakat Papua hanya ingin didengar keinginannya.
Selain itu, sekitar 150 mahasiswa itu juga menuntut pemerintah menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di Papua yang selama ini tidak pernah terungkap.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang