Kapan Anak Perlu Cek Gula Darah?

Kompas.com - 26/10/2011, 15:54 WIB

KOMPAS.com - Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kadar gula darah atau kadar lipid selama ini identik dengan kebutuhan orang dewasa. Padahal, anak-anak juga perlu melakukan skrining untuk mendeteksi adanya penyakit kronik yang diderita.

Salah satu pemeriksaan yang wajib dilakukan adalah mengecek kadar gula darah untuk mendeteksi diabetes tipe 1. Penyakit ini jika dikenali sejak dini dan ditatalaksana dengan baik akan meningkatkan kualitas hidup anak, seperti halnya anak yang sehat.

Menurut dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati Erwin P.Soenggoro, orangtua sebaiknya membawa anaknya untuk diperiksa kadar gula darah jika anak menunjukkan lima gejala utama yaitu banyak buang air kecil, banyak minum, banyak makan, berat badan turun serta terlihat mudah kelelahan.

"Berat badan anak seharusnya terus bertambah. Jika dalam beberapa bulan beratnya terus turun, waspadai. Apalagi, kalau anaknya banyak makan tapi berat badannya justru tidak bertambah," paparnya dalam media edukasi mengenai Manajemen Terintegrasi dan Komperhensif dalam Diabetes Tipe 1 di Jakarta (26/10/11).

Ia menjelaskan diabetes melitus tipe 1 (DM 1) adalah penyakit kronik yang perlu penanganan khusus. "Jika tidak diterapi penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi, bahkan kematian," imbuhnya.

DM tipe 1 terjadi karena kerusakan sel penghasil insulin di kelenjar pankreas sehingga produksi insulin berkurang bahkan terhenti.

"Penyebab utamanya adalah autoimun atau virus. Faktor keturunan memang berpengaruh, tetapi kecil," imbuh Erwin.

Penderita DM tipe 1 harus menyuntikkan insulin untuk mengganti insulin yang tidak dapat dihasilkan pankreas. Jika lalai menyuntikkan insulin, kadar gula dalam darah sangat tinggi sehingga gula akan dibuang tubuh melalui urin. Akibatnya, cairan tubuh berkurang dan tubuh menjadi lemas, bahkan pingsan.

Walau sampai saat ini DM tipe 1 tidak bisa disembuhkan, tetapi kualitas hidup pasien dapat dipertahankan seoptimal mungkin. "Dengan kontrol yang baik, anak bisa hidup dengan sehat sampai usia lanjut," kata Erwin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau