Operasi Bokong Gusur Implan Payudara

Kompas.com - 26/10/2011, 18:24 WIB

KOMPAS.com - Implan payudara pernah menjadi prosedur bedah kosmetik paling populer di dunia. Namun munculnya tokoh-tokoh yang populer dengan bokongnya yang berisi, seperti Jennifer Lopez, Nicki Minaj, atau Kim Kardashian, membuat tren pembesaran payudara digeser oleh tren baru, yaitu pembesaran bokong.

Implan bokong ini menjadi begitu populer di Inggris karena kaum perempuan merasa bokong yang lebih penuh akan meningkatkan penampilan, memberikan rasa percaya diri lebih besar, dan membuat mereka terlihat lebih menarik secara seksual.

Namun, kasus tewasnya penari Inggris Claudia Aderotimi akibat injeksi silikon ilegal untuk membesarkan bokongnya awal tahun ini, menyebabkan kalangan medis menuntut ditetapkannya prosedur implan profesional yang lebih ketat. Claudia mengalami tekanan sosial akibat ditolak dalam suatu audisi untuk pembuatan video musik, karena ketahuan memakai bantalan di bokongnya. Claudia nekad menjalani injeksi silikon di hotel yang ditinggalinya, menyebabkan silikon murahan yang digunakan bocor ke aliran darah, dan mengakibatkannya gagal jantung.

"Bokong selalu menjadi bagian penting dari penampilan seksual kaum perempuan, dari suku Hottentot (dari Afrika Selatan) hingga peningkatan implan bokong pada wanita-wanita Brasil. Implan bokong sebelumnya bukan merupakan tindakan populer di Inggris, dan sedihnya dalam beberapa kasus orang mencari alternatif termurah. Dalam kasus ini kita telah melihat konsekuensi yang buruk," tutur ahli bedah kosmetik terkenal di Inggris, Dr Dai Davies.

Kasus yang dialami Claudia membuktikan pentingnya penelitian dan menemukan ahli bedah yang berkualitas dan memiliki reputasi baik, demikian menurut dokter dari Cosmetic Surgery Partners tersebut.

Belum lama ini, bintang reality show The Only Way Is Essex, Chloe Simm, juga mengungkapkan hasratnya untuk memiliki bokong yang lebih bulat dan penuh. "Ini akibat tekanan dari Essex! Aku hampir 30 tahun, belum menikah, belum bertunangan, bokongku kecil, nggak ada apa-apanya. Mungkin bokong baru bisa membuatku mendapatkan pasangan," katanya, seperti dikutip The Daily Mail.

Seperti juga semua prosedur bedah plastik, implan bokong tidak disarankan untuk siapa saja. Perempuan yang ingin menjalani prosedur ini diharapkan mencari dokter bedah plastik yang bereputasi baik. Namun yang lebih penting, sebelum Anda memutuskan menjalani prosedur ini, pastikan bahwa Anda telah siap menghadapi perubahan yang terjadi usai pembedahan -baik fisik maupun mental.

Bedah plastik akan mengubah hidup Anda selamanya, termasuk bila hasil pembedahan tidak sesuai harapan Anda. Untuk mengurangi risiko yang membahayakan kesehatan, coba lakukan trik-trik yang lebih aman untuk membesarkan bokong. Memakai bantalan bokong, misalnya. Anda bisa menemukannya dengan mudah di kounter pakaian dalam di department store.

* Ingin mengetahui problema ibu bekerja, tips gaya dan menjaga kebugaran, baca Lipsus Working Mom.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau