Skype Mobile di Indonesia Belum Dukung Video

Kompas.com - 26/10/2011, 20:47 WIB

Jakarta, KOMPAS.com - Skype mengumumkan kerjasama penyediaan layanan telepon via Internet dengan operator telepon seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel, hari ini (26/10/2011).

Skype memilih Telkomsel sebagai mitra pertamanya di Indonesia karena Telkomsel merupakan provider telekomunikasi terbesar di Indonesia, demikian dikatan Dan Neary, Vice President dan General Manager Internasional Skype. Dan Neary banyak berbicara soal kerjasama Skype dan Telkomsel, berikut adalah hasil wawancara KOMPAS.com dengan Dan Neary.

KOMPAS.com: Skype hari ini mengumumkan kerja sama dengan Telkomsel. Mengapa Skype bekerja sama dengan Indonesia, padahal tidak tahu pasti jumlah pengguna Skype di Indonesia. Dan mengapa Telkomsel?

Dan Neary: Indonesia adalah pengguna produk digital terbanyak, terutama sosial media dan game. Saya melihat ini sebagai hal yang potensial untuk Skype masuk ke dalam pasar tersebut. Kemudian aplikasi mobile sekarang sedang menjadi tren, termasuk di Indonesia. Skype ingin membagikan pengalaman agar Indonesia dapat menikmati layanan Skype pada perangkat bergerak mereka. Kerjasama dengan Telkomsel adalah cara yang dilakukan Skype untuk masuk ke dalam pasar pengguna ponsel di Indonesia. Kenapa harus Telkomsel? Karena Telkomsel merupakan provider telekomunikasi terbesar di Indonesia. KOMPAS.com: Apakah ini kerja sama pertama Skype dengan perusahaan Indonesia? Apakah ada peluang provider lain di Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama? Dan Neary: Ini adalah pertama kalinya Skype bekerja sama dengan perusahaan Indonesia. Sebelumnya kami telah bekerja sama dengan perusahaan provider telekomunikasi dari Amerika Serikat (Verizon), Kanada (Telus), Jepang (KDDI), Australia (Padafone). Semua provider yang kami ajak kerja sama adalah provider terbesar di negara mereka. Maka untuk kemungkinan kerja sama dengan provider lain di Indonesia, Skype masih belum mau berkomentar. Meskipun kerja sama dengan Telkomsel tidak eksklusif, kami tidak menutup kemungkinan kerja sama dengan provider lain, tetapi lebih baik kita bahas tentang kerja sama dengan Telkomsel saja.

KOMPAS.com: Masalah di Indonesia adalah keterbatasan bandwith dan koneksi Internet yang tidak stabil. Bagaimana Skype menyikapi hal ini?

Dan Neary: Itulah sebabnya kami bekerja sama dengan provider telekomunikasi sebesar Telkomsel. Masing-masing negara memiliki masalah koneksi internet yang berbeda. Yang paling tahu cara menghadapinya adalah provider telekomunikasi sebagai penyedia jasa akses data. Skype bekerja sama dengan provider telekomunikasi di berbagai negara, agar kami bisa memastikan pengguna tidak bermasalah dengan koneksi Internetnya, ketika mengakses Skype.

KOMPAS.com: Untuk Skype Mobile di Indonesia, belum bisa support untuk video. Apa rencana Skype ke depan, agar platform mobile bisa support video?

Dan Neary: Khusus di Indonesia, layanan Skype Mobile memang hanya sebatas layanan suara. Selain berkomunikasi dengan teks, Anda bisa menelepon rekan, keluarga, kolega Anda melalui Skype secara gratis, seperti menelepon dengan ponsel. Hanya memang khusus untuk Indonesia, kami belum memberikan layanan video. Kami akan membicarakan kemungkinannya dengan Telkomsel tetapi itu masih lama. Sementara, layanan video baru bisa dilakukan pada iPhone 4.

KOMPAS.com: Apakah Skype berencana membangun kantor perwakilan di Indonesia?

Dan Neary: Skype sudah memiliki kantor perwakilan di Singapura untuk mencakup wilayah Asia-Pasifik, jadi sepertinya kami tak akan membuka kantor perwakilan lagi di Indonesia. Kantor pusat kami hingga saat ini masih di Luxemburg, Jerman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau