Lokon meletus

PVMBG: Radius Bahaya Lokon 2,5 Kilometer

Kompas.com - 26/10/2011, 21:47 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung melalui Pos Pengamatan Gunung Api di Kakaskasen, Kota Tomohon, masih menetapkan radius bahaya Gunung Lokon di Sulawesi Utara 2,5 kilometer dari kawah Tompaluan.

"Radius bahaya Gunung Lokon masih tetap yakni 2,5 kilometer dan tidak diturunkan meskipun terjadi letusan," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina, di Tomohon, Rabu (26/10/2011).

Ia berharap, penetapan radius bahaya Gunung Lokon ini harus dipatuhi warga yang permukiman dan tempat beraktivitasnya berada di radius bahaya tersebut. Letusan sewaktu-waktu masih sangat mungkin terjadi karena kondisi gunung belum normal.

"Kami berharap warga bisa mematuhi radius bahaya ini. Apalagi radius bahaya ini ditetapkan untuk melindungi keselamatan warga. Sewaktu-waktu masih bisa terjadi letusan dan diiringi material pijar yang bisa menjangkau radius bahaya," kata Farid.

Dia mengatakan, pascaletusan susulan pukul 17.29 WITA tremor yang terekam maksimum dan mencapai 40 milimeter. Tremor sebesar ini, menurut dia, diduga terjadi letusan di bagian dalam kawah.

"Sekarang ini amplitudo tremor semakin melemah yaitu 1-2 milimeter. Meski amplitudo tremor menurun, namun aktivitasnya belum dikatakan normal," katanya.

Farid menambahkan, hingga kini PVMBG Bandung masih menetapkan status Gunung Lokon siaga level III dan tidak dinaikkan pascaletusan utama pukul 17.19 WITA. "Tidak ada peningkatan status. Masih siaga level III," katanya.

Gunung Lokon di Sulawesi Utara kembali meletus Rabu sekitar pukul 17.19 WITA setelah terjadi rentetan peningkatan kegempaan vulkanik sejak Selasa (25/10/2011). Material debu yang dimuntahkan diperkirakan setinggi 1.200 meter dari bibir kawah Tompaluan, Gunung Lokon.

Letusan besar Gunung Lokon terjadi 14 Juli 2011 dan 17 Juli 2011. Tanggal 17 Agustus 2011 dan 24 Agustus 2011 juga terjadi letusan susulan. Pascaletusan tersebut, gempa vulkanik terus bergerak fluktuatif dan kadang disertai dengan letusan-letusan kecil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau