Kecelakaan

Dua Perempuan Tewas Tersambar KRL

Kompas.com - 27/10/2011, 04:33 WIB

BOGOR, KOMPAS - Dua perempuan tewas akibat tertabrak kereta rel listrik di sekitar Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/10) pagi.

Korban pertama adalah Siti Riani (41), warga Kebon Pedes, yang hendak berangkat kerja di pabrik konfeksi Samudera Biru di Sukaraja, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 06.00.

Siti terbiasa berjalan di rel kereta menuju jalan raya guna menaiki angkutan kota ke pabriknya.

Saat Siti berjalan kaki, dari arah belakang melaju kereta rel listrik (KRL) Bogor menuju Jakarta. Siti kemudian terhempas hingga kepalanya terbentur tembok dan langsung meninggal dunia. Ia meninggalkan tiga anak yang masih berusia belasan tahun.

”Bibi saya enggak lihat ada kereta karena datangnya dari belakang. Mungkin enggak dengar suara kereta karena sedang menggunakan earphone di balik jilbabnya,” tutur Anastasia (29), keponakan Siti.

Sementara itu, korban kedua identitasnya belum diketahui. Jenazah korban berada di kamar mayat Rumah Sakit Palang Merah Indonesia, Kota Bogor.

Korban memiliki ciri-ciri rambut pendek lurus, mengenakan cincin berwarna perak di jari kiri, baju berwarna putih dan celana jins, tinggi badan 140 sentimeter, berat 55 kilogram, dan ada tahi lalat di mata kanan.

Kepala Stasiun Bogor Rochman sudah mendapat laporan adanya kecelakaan yang menewaskan Siti. Namun, ia belum menerima laporan korban kedua. Sebelum kasus ini, selama bulan Oktober ada satu korban tewas di pelintasan KRL.

Menurut Rochman, peristiwa tersebut terjadi akibat belum sterilnya jalur pelintasan KRL dari aktivitas masyarakat seperti disyaratkan oleh undang-undang.

KRL merupakan moda transportasi yang harus mendapat prioritas. Namun, masih banyak warga yang berjalan di tepi rel. Bahkan di dekat Pasar Anyar, pedagang berjualan di pinggir rel. Secara perlahan, hal tersebut akan ditertibkan.

”Kalau benar-benar terpaksa, warga harus betul-betul melihat kiri dan kanan apakah aman atau tidak,” ujar Rochman. (GAL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau