Depok, Kompas
Jalur dimaksud adalah wilayah yang biasa terkena dampak puting beliung. Salah satunya ada di Depok bagian barat. Dalam sepekan, belasan bangunan rusak, 50 pohon tumbang, beberapa sarana penunjuk jalan roboh pada saat hujan lebat disertai angin kencang di Depok. Belum ada laporan mengenai korban luka dan meninggal dunia akibat cuaca buruk itu.
”Kepada warga yang tinggal di perlintasan angin puting beliung, silakan menebang pohon tinggi yang rapuh. Keberadaan pohon seperti itu membahayakan pada saat ini,” tutur Kepala Satuan Tugas Banjir, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Depok, Sadar, Rabu (26/10), di Depok.
Sebelumnya, Jumat pekan lalu, 357 rumah rusak akibat puting beliung di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Depok. Di tempat yang sama, sepuluh rumah rusak karena terjangan angin kencang pada Selasa sore. Sebagian besar kerusakan terjadi di bagian atap karena tidak kuat menahan angin. Imbauan itu amat beralasan karena puting beliung tahun lalu juga terjadi pada bulan Oktober.
Menurut Sadar, bagian barat wilayah Depok sudah lama dikenal sebagai daerah rawan terjadinya angin kencang dan petir. Salah satu penanda bahwa wilayah tersebut rawan adalah
Kemarin sore, hujan disertai petir dan angin kencang kembali melanda mulai pukul 15.00 sampai pukul 16.45. Papan penunjuk arah di Jalan Akses UI roboh
Hendrik (40), saksi mata yang melihat kejadian tersebut, mengatakan, papan penunjuk arah roboh sekitar pukul 16.00. Saat itu di lokasi sedang hujan lebat disertai angin kencang. Menurut dia, robohnya papan penunjuk arah itu terjadi karena sambungan pelat besi di pangkal tiang tidak kuat.
Papan penunjuk arah itu bertuliskan informasi arah ke kampus Universitas Indonesia dan arah Citayam. Tidak ada korban dalam kasus ini. Sampai Rabu petang, papan berukuran
Amirudin dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Depok menyiapkan timnya turun ke lokasi bencana. Timnya telah mengevakuasi pohon tumbang di Kecamatan Pancoran Mas, Beji, dan Sukmajaya. Di Pancoran Mas, misalnya, pohon beringin tumbang mengenai kantor kecamatan. ”Imbauan untuk menebang pohon tinggi di sekitar permukiman agar risiko bencana dapat dikurangi,” katanya.
Di Jakarta Selatan dilaporkan sedikitnya tiga pohon tumbang di Lenteng Agung, tepatnya di depan kampus IISIP, Kemang, dan Cilandak. Ketiga pohon tumbang itu menimpa mobil. Di Lenteng Agung, mobil Daihatsu Gran Max rusak ditimpa pohon. Sementara di Kemang, Mitsubishi Pajero juga ringsek. Di Jalan Raya Cilandak dekat Cilandak Mall juga menimpa mobil Toyota Harrier.
Meski rusak, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Kerugian materi masih dalam proses penghitungan Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Selatan.