Senjata Kimia Rezim Khadafy Ditemukan

Kompas.com - 27/10/2011, 15:03 WIB

TRIPOLI, KOMPAS.com — Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya menyatakan, pasukannya telah menemukan senjata kimia rezim Moammar Khadafy. Menurut NTC, hulu ledak senjata kimia itu sudah diamankan dan akan diselamatkan oleh sejumlah pakar.

"Senjata-senjata itu berasal dari era Khadafy dan kini dalam penjagaan ketat sampai semuanya diambil alih," kata seorang perwakilan NTC dalam pertemuan dengan perwakilan NATO di Qatar.

Temuan itu membuktikan bahwa Khadafy menolak menyerahkan senjata pemusnah massal atau weapons of mass destruction (WMD) meskipun pernah berjanji kepada Tony Blair dalam kesepakatan yang disebut "Deal in the Desert" pada 2004. 

Saat itu Blair mengatakan bahwa dia memaksa Khadafy menghentikan program WMD. Proses perlucutan senjata itu tidak rampung karena pemberontakan pecah. Para pemberontak khawatir Khadafy akan menggunakan senjata mematikan itu terhadap mereka.

Ian Martin, ketua misi PBB untuk Libya, menyatakan dalam pertemuan Dewan Keamanan bahwa sejumlah tempat baru untuk menyimpan WMD telah ditemukan sejak kejatuhan rezim Khadafy.

Martin menyatakan, rezim Khadafy telah "mengumpulkan persediaan rudal antipesawat terbesar yang pernah ditemukan".

"Ribuan di antaranya hancur selama operasi NATO. Namun, saya harus melaporkan kekhawatiran kami terhadap adanya penjarahan dan penyebaran MANPADS atau Man-Portable Air Defense System," kata Martin di hadapan 15 anggota Dewan Keamanan.

Martin mengatakan, banyak amunisi dan ranjau yang dijarah. Sementara itu, material senjata kimia dan nuklir kini dalam kendali pasukan NTC.

Para pakar internasional yang bekerja sama dengan NTC sudah mengidentifikasi lokasi-lokasi penyimpanan MANPADS yang sebagian besar berada di wilayah timur Libya. Martin menambahkan, ada ratusan tempat yang diduga sebagai tempat penyimpanan dan kini masih akan dipelajari.

Martin juga mengatakan, ranjau bertebaran di berbagai tempat di Libya. Sementara itu, di Sirte dan Bani Walid, dua kota pertahanan Khadafy, ditemukan rudal dan bom.

"Di Tirpoli, banyak stok senjata disimpan di permukiman, juga di sekolah dan rumah sakit. Senjata-senjata itu tampaknya dipindahkan oleh pasukan Khadafy untuk disembunyikan dari serangan NATO. Sampai saat ini, penyimpanan itu tidak aman," papar Martin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau